Denpasar, dewatanews.com – Percepatan kendaraan listrik, pengembangan energi bersih, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi peluang baru kerja sama Bali dan Korea Selatan. Gubernur Bali Wayan Koster membuka peluang kolaborasi dengan Negeri Ginseng untuk mempercepat transformasi teknologi sekaligus memperkuat pembangunan Bali yang berkelanjutan.
Peluang kerja sama tersebut dibahas saat Koster menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10).
Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Pemerintah Korea Selatan menyerahkan hibah 11 unit bus listrik beserta enam stasiun pengisian kendaraan listrik kepada Pemerintah Provinsi Bali, Kamis (22/10). Bantuan tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong pengembangan transportasi publik ramah lingkungan di Pulau Dewata.
Dalam pertemuan itu, Koster menegaskan bahwa Pemprov Bali terus mempercepat penerapan kebijakan energi bersih, termasuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Salah satu program yang ingin didorong adalah konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik tanpa membebani biaya pengguna.
“Kami terus mendorong kebijakan ini. Saya sangat membutuhkan pihak ketiga yang tertarik melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik tanpa menimbulkan beban bagi pengguna,” ujar Koster.
Ia berharap Korea Selatan dapat berkontribusi melalui dukungan teknologi, investasi, serta pengembangan infrastruktur pendukung, terutama fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.
Menurut Koster, hibah bus listrik dan fasilitas pengisian daya dari Pemerintah Korea Selatan merupakan momentum penting untuk mempercepat peralihan menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini juga sejalan dengan kebutuhan Bali untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan memperkuat pembangunan berkelanjutan.
Bidik Smart City dan Teknologi AI
Tak hanya energi bersih, Koster juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan kota cerdas (smart city) melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Ia menilai kemajuan teknologi Korea Selatan berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan perkotaan, hingga penguatan sektor pariwisata Bali.
“Kami sangat mengikuti perkembangan teknologi digital dan AI di Korea. Teknologi ini bisa sangat berperan nantinya untuk menjaga kualitas kepariwisataan Bali,” katanya.
Kerja sama teknologi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) Bali agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Di sektor ekonomi kreatif, Koster menyoroti keberhasilan Korea Selatan mengembangkan industri musik K-pop hingga dikenal secara global. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi bagi seniman dan pelaku industri kreatif Bali untuk memperluas jangkauan pasar karya seni dan produk lokal.
Sementara itu, dalam aspek keamanan pariwisata, Koster menegaskan bahwa Pemprov Bali terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri guna menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, situasi yang kondusif menjadi faktor penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan.
Korea Selatan Tawarkan Kerja Sama Lingkungan dan Transportasi
Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, mengapresiasi komitmen Pemprov Bali dalam menjaga identitas, tradisi, dan budaya lokal di tengah perkembangan pembangunan dan pariwisata.
Ia menilai kekayaan budaya serta pendekatan Bali dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, kelestarian alam, dan tradisi merupakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Korea Selatan.
Yoon juga menyampaikan bahwa Pemerintah Korea Selatan menargetkan pencapaian netralitas karbon pada 2050. Sejalan dengan target tersebut, pihaknya melihat peluang kolaborasi dengan Bali dalam pengembangan energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Selain kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya, peluang kerja sama mencakup pengelolaan sampah, teknologi daur ulang, transportasi publik, penataan perkotaan, serta pengembangan kota cerdas.
Yoon menyatakan kesiapannya memfasilitasi komunikasi dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan sesuai kebutuhan serta prioritas pembangunan Bali.
Korea Selatan Rencanakan Pembukaan Konsulat di Bali
Dalam pertemuan tersebut, Yoon juga mengungkapkan rencana Pemerintah Korea Selatan untuk membuka konsulat di Bali. Kehadiran perwakilan konsuler tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Korea Selatan yang berada di Pulau Dewata.
Menurutnya, Bali merupakan destinasi pariwisata yang dikenal luas dan diminati masyarakat Korea Selatan. Karena itu, keamanan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus mempertahankan citra Bali sebagai destinasi internasional.
“Dalam pengelolaan pariwisata yang berdaya saing, keamanan juga harus menjadi prioritas. Saya berharap berbagai instansi terkait di Bali terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk menjaga keamanan bersama,” ujar Yoon.
Rencana pembukaan konsulat tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pihak terkait dalam memberikan perlindungan kepada wisatawan maupun warga negara Korea Selatan di Bali.
Pertemuan Koster dan Yoon menjadi langkah untuk menjajaki penguatan kemitraan Bali-Korea Selatan di berbagai sektor strategis, mulai dari energi bersih, transportasi listrik, teknologi digital, pengelolaan lingkungan, industri kreatif, hingga keamanan pariwisata.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan cendera mata berupa kain tradisional rangrang asal Nusa Penida dari Koster kepada Yoon dan sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Republik Korea yang hadir.
Melalui peluang kolaborasi tersebut, Bali diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi dan inovasi tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan, budaya lokal, serta arah pembangunan berkelanjutan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com