Tumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali, Ratusan Satwa Dilepas ke Alam dan HPR Divaksinasi - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/6/26

Tumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali, Ratusan Satwa Dilepas ke Alam dan HPR Divaksinasi


Tabanan, dewatanews.com — Perayaan Rahina Tumpek Uye tidak sekadar menjadi momentum persembahyangan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata untuk menjaga dan melestarikan satwa serta lingkungan. Perayaan yang jatuh pada Sabtu (Kliwon) Wuku Uye, 5 September 2026, tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Untuk tingkat Provinsi Bali, rangkaian perayaan Tumpek Uye dipusatkan di Pura Luhur Batukau, Tabanan, Sabtu (5/9). Kegiatan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, jajaran perangkat daerah Pemprov Bali dan Pemkab Tabanan, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memberi makan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan ratusan ekor burung titiran ke alam bebas, sebelum rombongan melaksanakan persembahyangan di Pura Beji dan Pura Penataran Luhur Batukau.

Usai persembahyangan, Gubernur Bali bersama rombongan meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal Hewan Penular Rabies (HPR), khususnya anjing, yang digelar di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Perayaan Tumpek Uye juga berlangsung serentak di berbagai wilayah Bali dengan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan kesehatan satwa. Selain persembahyangan, vaksinasi rabies dan sterilisasi massal HPR dilaksanakan di sejumlah titik di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Kegiatan tersebut turut disertai Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat mengenai bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi rabies bagi HPR.

Aksi pelestarian satwa juga dilakukan melalui pelepasan ratusan tukik ke habitatnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Masceti, Gianyar, serta Oemah Penyu Desa Uma Anyar, Seririt, Buleleng, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan fauna dan keseimbangan ekosistem, khususnya ekosistem laut Bali.

Pelaksanaan Tumpek Uye menjadi wujud penghormatan manusia terhadap binatang yang telah memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan. Nilai tersebut sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan dan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), serta manusia dengan alam (Palemahan).

Melalui perayaan yang dilaksanakan serentak di seluruh Bali, Tumpek Uye diharapkan tidak berhenti pada ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat bahwa satwa merupakan bagian penting dari kehidupan dan keseimbangan alam.

Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kearifan lokal Bali dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan seluruh makhluk hidup.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com