Sentuhan Inovasi KKN Warmadewa, Sulap Limbah Ternak dan Jerami Jadi Pupuk Organik di Oesao - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/16/26

Sentuhan Inovasi KKN Warmadewa, Sulap Limbah Ternak dan Jerami Jadi Pupuk Organik di Oesao


Kupang, dewatanews.com — Persoalan mahalnya pupuk dan menurunnya kesuburan tanah mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) menghadirkan solusi sederhana berbasis potensi lokal di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui program pertanian berkelanjutan, mahasiswa KKN Unwar mengajak masyarakat mengubah limbah kotoran sapi dan jerami padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi pupuk organik kaya hara. Pengolahan dilakukan melalui teknik fermentasi yang dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar mereka.

Program tersebut digelar dalam rangkaian KKN Unwar yang berlangsung pada 20 Juli hingga 5 September 2026. Kegiatan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga disertai pelatihan dan praktik langsung pembuatan pupuk organik bersama kelompok tani, pemuda, dan warga setempat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unwar, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., mengatakan Desa Oesao memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Namun, potensi limbah dari kedua sektor tersebut belum sepenuhnya dikelola menjadi sesuatu yang bernilai guna.

“Potensi bahan baku lokal di Desa Oesao melimpah. Melalui pelatihan dan praktik langsung pembuatan pupuk organik fermentasi, kami mendorong pemanfaatan kotoran sapi dan jerami padi agar limbah tak lagi mencemari lingkungan, melainkan memberikan nilai tambah ekonomi serta ekologi bagi masyarakat,” ujar Nyoman Kaca saat ditemui di Denpasar, Bali, Rabu (16/9).

Menurutnya, inovasi pemupukan berbasis fermentasi tersebut menghasilkan pupuk organik yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Pemanfaatannya diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura.

Selama ini, bawang merah dan berbagai jenis sayuran menjadi salah satu komoditas penting bagi perekonomian masyarakat Desa Oesao. Namun, petani menghadapi tantangan berupa penurunan kesuburan tanah yang berdampak terhadap hasil produksi. Di sisi lain, harga pupuk anorganik yang relatif sulit dijangkau turut menjadi beban dalam biaya produksi.

Pemanfaatan pupuk organik yang diproduksi secara mandiri diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menekan biaya produksi. Langkah tersebut juga mendorong penerapan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan kembali limbah pertanian dan peternakan.

Antusiasme kelompok tani, pemuda, dan masyarakat terlihat selama pelaksanaan program. Kehadiran inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program KKN, tetapi dapat terus dikembangkan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian petani.

Melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar, Desa Oesao diharapkan mampu mengubah persoalan limbah menjadi peluang sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com