Denpasar, dewatanews.com — Menuntut ilmu di perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar nilai dan gelar. Mahasiswa dituntut mampu membawa ilmu pengetahuan keluar dari ruang kelas untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FPST Universitas Warmadewa di Denpasar, Bali, Kamis (3/9).
Suriati menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial yang tidak kecil. Lingkungan kampus, menurutnya, bukan sekadar tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, komunikasi, hingga keterampilan memecahkan masalah.
“Banyak orang memandang kegiatan kampus sebagai aktivitas tambahan. Namun bagi kita, kegiatan kampus adalah laboratorium kehidupan. Di sanalah mahasiswa belajar kepemimpinan, kerja tim, komunikasi, menyelesaikan masalah, dan membuat dampak nyata,” ujar Suriati.
Ia menjelaskan, bidang pertanian, sains, dan teknologi memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dasar manusia serta keberlanjutan lingkungan. Karena itu, berbagai persoalan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, efisiensi pertanian, hingga pengelolaan sumber daya membutuhkan kontribusi generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kemampuan inovasi.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi peserta pasif dalam berbagai kegiatan akademik maupun kemasyarakatan. Setiap ilmu yang diperoleh harus mampu diterjemahkan menjadi aksi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.
“Ilmu yang kalian pelajari seharusnya tidak berhenti di ruang kelas. Ilmu harus mampu menjadi solusi dan menjadi jembatan bagi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Suriati menyebut, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pengabdian kepada masyarakat, edukasi sains dan pertanian, pelatihan keterampilan usaha, kegiatan ilmiah, hingga kewirausahaan berbasis inovasi.
Di sisi lain, FPST Universitas Warmadewa juga mendorong mahasiswa membangun budaya akademik yang kuat sejak awal perkuliahan. Kedisiplinan, etika, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki integritas.
Suriati menegaskan, kualitas seorang calon profesional tidak cukup hanya diukur dari kemampuan teknis. Karakter dan integritas juga menjadi bagian penting yang menentukan sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu memberikan manfaat.
“Kompetensi tanpa karakter akan mudah rapuh, sedangkan karakter tanpa kompetensi akan sulit menghasilkan solusi. Karena itu, mahasiswa perlu bertumbuh secara seimbang agar bukan hanya menjadi penuntut ilmu, tetapi juga pembawa manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam penyambutan mahasiswa baru FPST Universitas Warmadewa. Para mahasiswa diharapkan mampu menjadikan masa perkuliahan bukan hanya sebagai proses memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai tahap membangun kemampuan, karakter, dan keberanian untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com