Badung, dewatanews.com — Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai didorong naik kelas menjadi gerbang hospitality Bali berstandar dunia. Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan membenahi setiap mata rantai pelayanan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang cepat, nyaman, aman, dan berkesan sejak pertama menginjakkan kaki di Pulau Dewata.
Penegasan tersebut disampaikan Koster saat memimpin rapat evaluasi pelayanan dan keamanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bersama jajaran pengelola bandara, Otoritas Bandar Udara (Otban), KSOP, Imigrasi, Bea Cukai, maskapai internasional dan domestik, serta operator ground handling di Wisti Sabha, kawasan Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Sabtu (15/8).
Bagi Koster, kualitas layanan bandara bukan sekadar persoalan operasional, melainkan bagian dari wajah pariwisata Bali. Kesan wisatawan terhadap Bali bahkan mulai terbentuk sejak mereka turun dari pesawat.
Karena itu, pembenahan tidak boleh berhenti pada satu sektor. Kebersihan terminal, bagasi, toilet, imigrasi, bea cukai, hingga alur penumpang keluar dari kawasan bandara harus berjalan cepat dan terintegrasi.
“Bandara ini gerbang terdepan yang menentukan kualitas layanan tamu internasional dan domestik,” ujar Koster.
Ia menilai wisatawan yang telah menempuh perjalanan panjang harus mendapatkan sambutan yang mencerminkan karakter Bali, yakni ramah, nyaman, cepat, aman, dan memberikan kepastian.
“Ini semua menjadi bagian dari hospitality, kualitas dalam penyelenggaraan pelayanan penerimaan di Bali,” tegasnya.
Koster menegaskan Bali memiliki karakter khusus sebagai salah satu destinasi pariwisata utama dunia. Karena itu, standar pelayanan di Bandara Ngurah Rai juga harus mendapatkan perlakuan khusus.
Berdasarkan data 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali melalui jalur udara mencapai sekitar 7,05 juta orang atau sekitar 45,8 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Bali ini tidak sama dengan daerah lain di Indonesia. Jadi tidak sama treatment-nya,” kata Koster.
Menurutnya, angka tersebut belum memperhitungkan wisatawan yang datang melalui kapal pesiar maupun jalur lainnya. Selain volume kunjungan yang tinggi, wisatawan ke Bali juga memiliki kecenderungan lama tinggal dan tingkat pengeluaran yang relatif besar.
Koster memperkirakan kontribusi devisa pariwisata Bali mencapai sekitar Rp176 triliun atau sekitar 55 persen dari devisa pariwisata nasional.
“Bali hidup dari pariwisata. Kalau terganggu, ya langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pariwisata sekaligus memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Bali. Pengelola Bandara Ngurah Rai terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kualitas layanan dan keamanan.
General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan pihaknya terus berupaya menghilangkan potensi bottleneck dalam alur pelayanan penumpang.
Pembenahan antara lain dilakukan melalui peningkatan kecepatan penanganan bagasi, penambahan personel pelayanan Bea Cukai dan Imigrasi, khususnya ketika terjadi keterlambatan penerbangan, serta penambahan fasilitas pendukung.
“Kita sudah meminta tambahan personel untuk mempercepat layanan, terutama saat ada delay,” kata Nugroho.
Pengelola juga menyiapkan jalur baru untuk ground support serta menambah mesin X-Ray yang dinilai lebih andal. Seluruh kinerja layanan dipantau secara berkala setiap hari.
Salah satu inovasi utama yang segera diterapkan adalah jembatan interdom, fasilitas yang menghubungkan penumpang transfer internasional ke domestik maupun sebaliknya tanpa harus keluar dari gedung terminal.
Fasilitas tersebut disebut menjadi yang pertama diterapkan di Indonesia dan telah melalui tahap simulasi. Dengan sistem ini, penumpang transfer tidak perlu keluar dari terminal sehingga kepadatan dapat dikurangi sekaligus mempercepat proses perpindahan.
Waktu penanganan bagasi diproyeksikan dapat dipangkas sekitar 100 menit, sementara waktu yang dibutuhkan penumpang untuk proses transfer dapat dihemat sekitar 75 menit. Secara keseluruhan, proses transfer ditargetkan dapat ditempuh sekitar 15 menit.
“Kita siap launching 17 Agustus mendatang,” tambah Nugroho.
Transformasi pelayanan juga menyasar fasilitas terminal dan akses menuju Bandara Ngurah Rai. Sejak akhir Juli 2026, pengelola menjalankan program pembaruan fasilitas sekaligus rekayasa akses jalan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa. Dalam rekayasa lalu lintas, tujuh titik putar balik lama ditutup dan dua jalur U-turn baru dibuka di area akses utama bandara.
Sementara di dalam terminal, revitalisasi mencakup area check-in, fasilitas toilet, penataan papan tanda atau signage, serta penyediaan dan penataan troli bagasi. Pengelola juga meningkatkan konfigurasi jaringan WiFi dan membenahi akses transportasi publik di lingkungan terminal.
Pada sisi kedatangan, optimalisasi penanganan bagasi dilakukan bersama petugas Imigrasi untuk menekan waktu tunggu penumpang. Bea Cukai turut mempercepat sejumlah layanan, termasuk pelayanan IMEI dan pembayaran perbankan, serta melakukan pembenahan pada meja RAO, bilik, dan mesin X-Ray.
Koster mengapresiasi perkembangan pelayanan di Bandara Ngurah Rai yang dinilainya telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau lihat kinerja, sudah jauh berubah dibanding tahun lalu. Ini sudah komprehensif dan akan terus kita ketemu untuk evaluasi,” ujar Koster.
Ia memastikan evaluasi pelayanan Bandara Ngurah Rai akan dilakukan secara berkala, terutama menghadapi pertumbuhan arus wisatawan yang diperkirakan terus meningkat.
Koster menegaskan, keberhasilan membenahi pintu masuk utama Bali akan berdampak langsung terhadap kualitas pariwisata dan perekonomian daerah.
“Pintu masuk utama, hari-hari ke depan akan meningkat terus. Saya ingin memastikan ke depan ini secara keseluruhan pelayanannya prima,” pungkasnya.
Ia bahkan menempatkan keberhasilan Bandara Ngurah Rai sebagai salah satu kunci keberhasilan pariwisata Bali.
“Buat saya, kalau sukses di sini, semua pariwisata sukses,” tegas Koster.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com