Malang, dewatanews.com – Program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah keahlian dan pengetahuan praktis di sektor pertanian, salah satunya melalui pembelajaran langsung budidaya anggur secara komprehensif dari hulu hingga hilir.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Agroteknologi Universitas Warmadewa (Unwar), Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan KKL ini dirancang khusus sebagai bentuk implementasi kurikulum OBE guna memperluas wawasan teknis mahasiswa di lapangan.
"Kegiatan KKL ini bertujuan menambah ilmu dan keahlian mahasiswa sebagai implementasi dari kurikulum berbasis OBE. Kami ingin mahasiswa mengetahui secara spesifik setiap tahapan kegiatan pertanian, salah satunya dalam budidaya anggur," ujar Gusti Bagus Udayana di Malang, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, pihak program studi memproyeksikan kolaborasi yang berkelanjutan dengan pengelola kawasan wisata edukasi agar mahasiswa mendapatkan ruang praktik yang lebih luas di masa depan.
"Kedepan kami berharap ada kerja sama agar mahasiswa bisa melaksanakan magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk mengasah keterampilan mereka secara spesifik dalam budidaya anggur," tegasnya.
Sementara itu, Manager Wisata Edukasi Duta Pengangguran, Dwi Supriyanto, menekankan pentingnya ekosistem pembelajaran pertanian terpadu. Menurutnya, inovasi dan keberlanjutan usaha pertanian hanya bisa dicapai jika pelaku sektor ini menguasai rantai produksi secara menyeluruh.
"Petani harus belajar dari hulu hingga hilir. Semuanya harus dikuasai agar mampu mengembangkan usaha pertanian dan membangun konsep pertanian yang kuat," ungkap Dwi.
Dwi menilai, tantangan sektor pertanian saat ini adalah masih banyaknya pelaku usaha yang belum memahami tata kelola secara utuh. Di pusat edukasi yang berdiri sejak 1 Januari 2025 tersebut, pembelajaran mencakup pembuatan media tanam, pemupukan, hingga penerapan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming).
Guna mendukung pengembangan inovasi pertanian, pihak pengelola membuka pintu lebar bagi akademisi maupun masyarakat umum untuk bertukar gagasan dan teknologi.
"Tempat ini selalu terbuka untuk belajar, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa. Kami menggandeng seluruh elemen masyarakat, termasuk para profesor, untuk mengembangkan budidaya anggur. Kami siap memberikan informasi seluas-luasnya," tutur Dwi.
Ia menambahkan, kawasan edukasi tersebut tidak hanya memfokuskan diri pada komoditas anggur, tetapi juga mengintegrasikannya dengan berbagai tanaman holtikultura lain, seperti sayuran, guna menciptakan model pertanian modern yang beragam dan berkelanjutan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com