Denpasar, dewatanews.com — Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP) Universitas Udayana pada Minggu (24/5) sore di Jayasaba, Denpasar. Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan kegiatan expo pertanian yang akan digelar oleh BEM FP Unud pada 17–19 Juli 2026 di Dharma Negara Alaya, Denpasar.
Ketua BEM Fakultas Pertanian Unud Made Ariel Ardhiana menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung konsep expo yang bertujuan memberikan edukasi pertanian kepada masyarakat sekaligus memamerkan produk-produk lokal Bali. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus peningkatan nilai ekonomi sektor pertanian di Bali.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi pertanian, tetapi juga memamerkan produk-produk lokal Bali. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menjadi wadah promosi sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi sektor pertanian di Bali,” ungkapnya.
Salah satu fokus utama dalam expo ini adalah menggaet minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Ariel menekankan bahwa pertanian tidak hanya identik dengan perkebunan, tetapi juga mencakup komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti tanaman hias, di antaranya anggrek dan simbar.
“Pertanian tidak hanya identik dengan perkebunan semata, tetapi juga mencakup berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi, termasuk tanaman hias seperti anggrek dan simbar. Potensi ini perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kegiatan tersebut selaras dengan visi pembangunan “Ekonomi Kerthi Bali” yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama. Dikatakan Koster, upaya regenerasi petani menjadi perhatian penting di tengah semakin minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Upaya regenerasi petani menjadi perhatian penting, mengingat semakin berkurangnya lahan pertanian serta masih minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini, sehingga diperlukan langkah nyata untuk menarik keterlibatan anak muda dalam dunia pertanian,” terangnya.
Koster berharap, melalui kegiatan ini muncul inovasi dan ketertarikan baru di kalangan anak muda untuk menjadi pelaku pertanian modern. Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengembangan pertanian vertikal guna meningkatkan efektivitas penggunaan lahan yang semakin terbatas.
“Saya berharap melalui kegiatan ini akan muncul inovasi serta ketertarikan baru di kalangan anak muda untuk terjun sebagai pelaku pertanian modern. Kalau bisa kembangkan pertanian vertikal guna meningkatkan efektivitas penggunaan lahan yang semakin terbatas,” harapnya.
Tak hanya itu, integrasi sektor hulu dan hilir juga menjadi poin penting dalam pengembangan pertanian Bali ke depan, sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi para pelaku usaha tani.
“Saya menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mencetak generasi muda yang siap berinovasi di bidang pertanian,” tutupnya.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com