Upacara Aci Pakelem Hulu-Teben di Panca Sagara - Dewata News

Breaking News

8/8/21

Upacara Aci Pakelem Hulu-Teben di Panca Sagara

 

Bangli, dewatanews.com - Pekelem berupa wewalungan (hewan) dihaturkan dalam upacara Aci Pakelem Hulu-Teben di Panca Sagara yang dilaksanakan secara serentak pada hari Sabtu (Saniscara Kajeng Kliwon, Wayang/Tumpek Wayang) yang juga bertepatan dengan Purwani Tilem Bhadrawada/Sasih Karo, tanggal 7 Agustus 2021 mulai Pukul 08.00 Wita.

Hal tersebut terlihat saat pelaksanaan upacara Aci Pakelem Hulu-Teben di Panca Sagara yang berlangsung di : 1). Purwa/Sisi Timur dilaksanakan di Sagara Batu Belah, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem, dengan pakelem utama wewalungan (hewan) wedus petak (kambing berbulu putih), itik putih jambul, sate putih; 2). Di Daksina/Sisi Selatan dilaksanakan di Sagara Dalem Pakendungan, Desa Kuta, Kecamatan Kuta, Badung, dengan pakelem utama wewalungan (hewan) wedus ulu sami (kambing berbulu merah), itik jambul ulu sami, sate biing; 3). Di Pascima/Sisi Barat dilaksanakan di Sagara Rupek, Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, dengan pakelem utama wewalungan (hewan) wedus gading (kambing berbulu kekuningan), itik jambul welang ireng putih, sate putih siungan; 4). Di Utara/Sisi Utara dilaksanakan di Sagara Negara Gambur Anglayang, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, dengan pakelem utama wewalungan (hewan) wedus ireng (kambing berbulu hitam), itik jambul ireng, sate ireng; dan 5). Di Madya/Tengah dilaksanakan di Hulun Sagara Danu Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, dengan pakelem utama wewalungan (hewan) wedus kendil utawi welang (kambing berbulu belang), itik jambul welang, sate brumbun.

 
Upacara bhakti Aci Pakelem yang dilaksanakan sebagai wujud implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan upacara Segara Kertih dan Dhanu Kertih yang didukung penuh oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat ini, tercatat sebelumnya ada rangkaian upacara yang telah diawali dengan kegiatan Matur Piuning sekaligus Nuur Tirta, pada Rabu (Buda Paing, Wayang), 4 Agustus 2021 di Tiga Pura : 1). Pura Lampuhyang Luhur dengan nuur Tirta Pingit ring Pering Gesing, maraga Hyang Siwa Agni, Hyang Genijaya; 2). Pura Agung Besakih dengan Nuur Tirta Luhur Giri Kusuma Tolangkir, sekaligus Nuur Tirta Druwa Akasha ring Puser Tasik Giri Tolangkir/Gunung Agung, maraga Hyang Siwa Pasupati, Hyang Putranjaya; dan 3). Pura Bukit Indrakila dengan Nuur Tirta Luhuring Akasa, maraga Hyang Siwa Amerta (Pangider Bhuwana, Panyejeg Jagat, dan Paneduh Gumi). Pura Bukit Indrakila juga merupakan payogan Ida Bhatara Sri Paduka Dalem/Raja-Raja Bali Kuno.

 
Semua Tirta yang sudah di tuur tersebut, selanjutnya kaingkup (disatukan) di ayun palinggih Padma Tiga Pura Panataran Agung Besakih, menjadi Tirta Pangrapuh Jagat. Setelah kajejerang selama sehari, Tirta Pangrapuh Jagat selanjutnya dibagikan kepada Desa Adat se-Bali melalui masing-masing Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota dan Majelis Desa Adat Kecamatan, pada hari Jumat (Sukra Wage, Wayang), 6 Agustus 2021.

 
Pada hari yang sama, Desa Adat selanjutnya membagikan Tirta Pangrapuh Jagat tersebut kepada Krama Desa Adat untuk kajejerang di Sanggah/Pamrajan/Pura Paibon/Pura PantiPura Dadya masing-masing. Selain nyejerang Ida Bhatara maraga Tirta Pangrapuh Jagat, Krama Desa Adat juga memasang seselat berupa muncuk pandan madui yang diberikan tanda tapak dara (tanda +) dari pamor (kapur sirih); bawang merah; bawang putih; dan tabia barak (cabe merah). 

 
Seselat ini dipasang di angkul-angkul atau tembok pintu masuk pekarangan rumah dan/atau kantor masingmasing Krama Desa Adat, sebagai cihna atau pinget manut Dresta Bali. Seselat ini dibiarkan terpasang sampai 42 hari (abulan pitung dina), dan di lukar pada hari Minggu (Redite Pon, Kulantir), tanggal 19 September 2021.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com