Denpasar, Dewata News. Com - Hingga kini, Polda Bali belum juga berhasil meringkus Nando Irwansyah M'ali yang telah melakukan pelecehan terhadap hari raya Nyepi serta menghina Umat Hindu di jejaring sosial Facebook. Seperti diberitakan sebelumnya, penghinaan terhadap perayaan Nyepi kembali terjadi pada tahun ini, setelah sebelumnya pada tahun 2010 seorang pemuda bernama Ibnu Rachal Farhansyah juga melakukan penghinaan terhadap perayaan Nyepi. (Baca :
hina-perayaan-nyepi-nando-dicari-masyarakat-bali)
Kesan lambannya pihak kepolisian Polda Bali mengusut tuntas atas kelakuan pria asal Lombok NTB tersebut, membuat elemen masyarakat dan dewan geram, bahkan Polda Bali di deadline 1X24 jam untuk menangkapnya.
“Saya tegaskan dengan terang-terangan, bahwa kelompok kami hanya bisa sampaikan. Kalau hukum negara ini tidak bisa menangkap pelaku pelecehan terhadap agama saat hari Nyepi. Maka kami yang akan menangkap dengan cara kami, saya rasa anda paham apa yang akan kami lakukan,” Tegas Jero Paksi, Sekjen himpunan ‘Balian’ (Dukun) muda “Pererepan Sari” Jumat (27/3) di Denpasar Bali, seperti dilansir suarabali.com.
Seperti diketahui, dalam postingan yang dibuat oleh Nando, dia mempermasalahkan tidak adanya siaran televisi saat hari raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (21/3).
"bener2 f*ck nyepi sialan se goblok ne, q jadi gak bisa nonton ARSENAL maen,, q sumpahin acara gila nyepi semoga tahun depan pasa ogoh2 terbakar semua yang merayakan,, f*ckkkk you hindu'." demikian tulis Nando.
Akibat dari ulahnya menghina Umat Hindu dan Perayaan Nyepi, elemen masyarakat yang tergabung dalam Ormas Cakrawayu dan Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) secara resmi akhirnya melaporkan kasus ini ke bagian Dit Reskrimsus Cyber Crime Polda Bali. (Baca :
lecehkan-umat-hindu-nando-resmi-dilaporkan-ke-polda-bali)
“Cuma tangkap satu orang saja susahnya seprti tangkap grombolan perampok. Untuk apa ada satuan khusus di Polda yang tangani masalah IT. Kita beri 1×24 jam dari sekarang deadline Polda Bali. Harus mampu tunjukkan ke publik bahwa pelaku sudah ditahan dan dimintai keterangannya." ujar Sekertaris Komisi I DPRD Bali, Dewa Nyoman Rai.
Polisinya kebanyakan gaji buta n niru adegan sinetron tok...jangan salahkan warga yg main hakim sendiri jika lbih dahulu menangkap Nando
ReplyDelete