Jembrana, dewatanews.com – Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana mulai memasuki tahap pembangunan. Dengan nilai proyek mencapai Rp1,2 triliun, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat perikanan nasional sekaligus penggerak ekonomi baru di Bali.
Groundbreaking pembangunan PPN Pengambengan digelar di Desa Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9), dengan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster yang mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono.
Gubernur Koster menyebut pembangunan PPN Pengambengan akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian Bali, khususnya bagi masyarakat dan nelayan di Jembrana.
“Ini akan menjadi pelabuhan perikanan nasional terbesar di Indonesia yang akan mengembangkan perekonomian Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para nelayan di Bali,” ujar Koster.
PPN Pengambengan dirancang sebagai pusat aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir. Fasilitasnya akan mencakup pelayanan kapal, penanganan hasil tangkapan, pengolahan hingga pemasaran hasil perikanan.
Koster menilai pembangunan tersebut sejalan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali, yang mendorong perekonomian Bali tidak hanya bergantung pada pariwisata, tetapi juga memperkuat sektor pertanian, kelautan dan perikanan, industri branding Bali, UMKM, serta ekonomi kreatif dan digital.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, PPN Pengambengan menjadi pelabuhan perikanan nasional kedua yang dibangun setelah PPN Kejawanan di Cirebon.
Nilai investasi PPN Pengambengan mencapai Rp1,2 triliun, lebih besar dibandingkan PPN Kejawanan yang sekitar Rp400 miliar. Besarnya investasi tersebut disesuaikan dengan kapasitas kapal yang akan dilayani serta posisi Pengambengan yang berdekatan dengan WPPNRI 718, kawasan yang memiliki potensi sumber daya perikanan bernilai ekonomi tinggi.
“Harapannya, di sini menjadi tempat premium fish yang bisa langsung ditujukan untuk ekspor,” kata Trenggono.
Pembangunan PPN Pengambengan ditargetkan rampung pada akhir 2028 atau awal 2029. Selain menjadi pusat aktivitas perikanan modern, bersih dan tertata, kawasan ini juga diarahkan memiliki potensi sebagai destinasi wisata baru.
Jika terealisasi sesuai rencana, PPN Pengambengan diharapkan tidak hanya memperkuat sektor perikanan Bali, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan aktivitas usaha masyarakat, khususnya di Jembrana.
Groundbreaking turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com