Jembrana, dewatanews.com - Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh saat melaut di Perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Memasuki hari kelima operasi pencarian, penyisiran dilakukan secara terpadu melalui jalur laut maupun pesisir pantai dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Korban diketahui bernama Asmuri (43), seorang nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Korban dilaporkan terjatuh saat melaut pada Sabtu (1/8), di Perairan Pantai Medewi. Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan segera bergerak melakukan pencarian dengan mengerahkan personel serta berbagai sarana dan prasarana pendukung, antara lain Rescue Car, Rescue Carrier Vehicle, Rubber Boat, drone thermal, Aqua Eye, peralatan SAR air, dan perangkat komunikasi.
Hari kelima pencarian, Rabu (5/8), penyisiran tim gabungan melakukan pencarian dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wita, dipusatkan di Perairan Pengambengan sampai Perairan Perancak.
Tim gabungan mengerahkan satu unit Rubber Boat untuk melakukan patroli dan penyisiran di wilayah perairan Pengambengan hingga Perancak. Sementara personel lainnya melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Pengambengan dan sekitarnya guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke garis pantai.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta, menyebutkan bahwa sinergi seluruh unsur SAR terus diperkuat agar proses pencarian dapat berjalan secara maksimal.
"Seluruh personel yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan terus berupaya secara optimal melakukan pencarian melalui penyisiran laut maupun pesisir pantai. Kami berharap korban segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga. Operasi pencarian akan terus dilaksanakan dengan mengedepankan koordinasi, keselamatan personel, dan profesionalisme di lapangan," tandas AKP Suparta.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com