Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar, Dorong Wastra Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

8/13/26

Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar, Dorong Wastra Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif


Denpasar, dewatanews.com – Wastra Bali tak sekadar kain untuk dikenakan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang menghidupkan perajin, penjahit, desainer, hingga model. Semangat inilah yang kembali diangkat dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (12/8).

Kegiatan yang digagas Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali tersebut menjadi ruang bagi para desainer lokal untuk memperkenalkan karya sekaligus memperkuat eksistensi wastra Bali di tengah perkembangan industri fashion.

Gelaran ini dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, para desainer, model, pelaku industri kreatif, serta undangan lainnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, kegiatan fashion show tersebut secara khusus dirancang untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada para desainer asal Bali agar semakin dikenal dan berkembang.

“Memang kami khusus ingin mengangkat para desainer Provinsi Bali. Kami memiliki trilogi fashion show, salah satunya Dekranasda Bali Fashion Day yang diselenggarakan setiap bulan dan diisi oleh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Menurutnya, fashion show tidak hanya berbicara mengenai keindahan busana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengangkat kain tradisional Bali sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kain tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Hal ini sudah terlihat dari geliat dan omzet yang dihasilkan melalui program Bali Bangkit,” jelasnya.

Ny. Putri Koster menambahkan, Dekranasda Bali juga memiliki program tahunan yang melibatkan para desainer yang telah mapan di Bali. Para desainer tersebut didorong untuk memperluas jejaring hingga ke dunia luar sehingga mampu menjadi trendsetter mode, tanpa meninggalkan dan sekaligus memperkuat pasar lokal.

Ia pun mengajak masyarakat Bali untuk bangga menggunakan karya desainer lokal serta kain tradisional yang diproduksi oleh para perajin Bali.

“Mari kita dengan bangga mempergunakan desainer-desainer lokal kita. Kita harus bangga menggunakan kain yang ditenun oleh orang Bali,” ajaknya.

Lebih jauh, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa industri fashion memiliki ekosistem yang saling terhubung. Penggunaan kain tradisional akan menciptakan kebutuhan terhadap tenaga penjahit. Para penjahit kemudian tumbuh bersama desainer, sementara desainer membutuhkan model untuk memperkenalkan karya mereka.

“Dari kain membutuhkan tukang jahit. Tukang jahit akan tumbuh bersama para desainer. Kemudian desainer membutuhkan para model. Jadi adik-adik Bali yang cantik-cantik ini juga bisa diberdayakan oleh para desainer,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster yang dinilai konsisten menjadi inspirasi dalam menggemakan sekaligus melestarikan wastra Bali.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Ketua Dekranasda Provinsi Bali karena dalam kepemimpinan Ibu senantiasa menjadi inspirasi di daerah dalam menggemakan wastra Bali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan di Dharma Negara Alaya, Denpasar, serta memberikan apresiasi kepada seluruh desainer yang terlibat dalam gelaran Wastra Hita Kara.

Menurut Ny. Sagung Antari, wastra Bali tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga mengandung nilai seni dan budaya sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga warisan leluhur.

“Ketika kita memakai kain tradisional Bali, maka itu artinya kita sudah mendukung IKM dan UKM kita sekaligus menjaga kelestarian,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar, khususnya bagi para perajin, desainer, penjahit, model, dan pelaku usaha yang bergerak dalam ekosistem fashion dan wastra Bali.

Rangkaian Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar kemudian dilanjutkan dengan fashion show yang menampilkan karya sejumlah desainer Bali. Peragaan diawali dengan karya Turah Mayun AAA dan diselingi penampilan Gus Teja yang turut mengiringi rangkaian fashion show.

Sejumlah karya lainnya juga ditampilkan, di antaranya dari Taksu Design, Lusi Damai, Paras Bali, Arunika, Deluxe, Kwace Bali, serta Body & Mind.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Bali terus mendorong terbentuknya ekosistem fashion lokal yang saling menguatkan, mulai dari perajin, desainer, penjahit, model, hingga masyarakat sebagai konsumen.

Dengan demikian, penggunaan wastra Bali diharapkan tidak berhenti sebagai gaya hidup dan simbol kebanggaan budaya, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat Bali.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com