Kimono Jepang Tampil di PKB 2026, Koster: Perkuat Diplomasi Budaya Bali–Jepang - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/20/26

Kimono Jepang Tampil di PKB 2026, Koster: Perkuat Diplomasi Budaya Bali–Jepang


Denpasar, dewatanews.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi partisipasi Jepang dalam ajang Bali World Culture Celebration (BWCC) yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Menurutnya, pertukaran budaya seperti ini menjadi sarana efektif memperkuat diplomasi budaya sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Bali dan Jepang.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menghadiri pergelaran BWCC: Rekasadana (Performance) Fashion Show Kimono yang dibawakan Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang, di Gedung Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Sabtu (20/6) malam.

“Melalui pertukaran budaya seperti ini, kita tidak hanya memperkenalkan kekayaan tradisi masing-masing, tetapi juga memperkuat persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan. Saya berharap hubungan baik antara Bali dan Jepang dapat terus ditingkatkan di masa mendatang,” ujar Koster.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, jajaran seniman, budayawan, serta delegasi dari Jepang.

Koster menilai hubungan Bali dan Jepang terus berkembang di berbagai sektor, tidak hanya budaya, tetapi juga pendidikan dan ketenagakerjaan. Saat ini, banyak sumber daya manusia asal Bali yang menjalani program magang maupun bekerja di Jepang, sehingga peluang kerja sama di masa depan dinilai semakin terbuka.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa, mengaku senang dapat kembali berpartisipasi dalam BWCC PKB 2026. Ia menjelaskan bahwa kimono bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol budaya yang sarat nilai filosofis dan menjadi jembatan penghubung antarmasyarakat maupun antarbangsa.

“Kimono bukan hanya busana tradisional. Di balik setiap motif dan coraknya tersimpan filosofi mendalam tentang kehidupan. Motif bunga sakura melambangkan keindahan dan siklus kehidupan, sementara motif ombak dan awan menggambarkan harapan, kekuatan, serta doa-doa yang menyertai perjalanan hidup manusia,” jelasnya.

Menurut Miyakawa, nilai-nilai yang terkandung dalam kimono memiliki keselarasan dengan wastra tradisional Bali, khususnya kain endek. Endek tidak hanya berfungsi sebagai kain tenun, tetapi juga menjadi simbol hubungan manusia dengan alam, budaya, dan warisan nilai yang diturunkan secara turun-temurun.

Kesamaan filosofi, teknik, dan estetika tersebut diwujudkan dalam kolaborasi kimono Jepang dengan kain endek Bali yang ditampilkan pada pergelaran tersebut. Perpaduan dua warisan budaya itu menghadirkan pesan bahwa tradisi dari berbagai bangsa dapat saling menginspirasi tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai aslinya.

Melalui Bali World Culture Celebration, Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong ruang dialog budaya dunia yang berlandaskan semangat saling menghormati, memperkaya wawasan, serta memperkuat persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com