Akademisi Unwar Ingatkan PTPS di Bali Lakukan Pemetaan Kerawanan Sebagai Upaya Preventif - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

2/9/24

Akademisi Unwar Ingatkan PTPS di Bali Lakukan Pemetaan Kerawanan Sebagai Upaya Preventif



Badung, dewatanews.com - Akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si mengingatkan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Bali untuk melakukan pemetaan kerawanan menjelang pencoblosan surat suara Pemilu pada 14 Pebruari 2024 mendatang. Pemetaan menjadi penting sebagai upaya deteksi dan pencehagan terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran dan kecurangan pada Pemilu 2024

Muliarta yang juga merupakan Tim Pemeriksa Daerah (TPD) DKPP RI menyatakan hasil pemetaan dapat menjadi pedoman untuk melakukan langkah antisipasi. Langkah pemetaan sederhana dapat dilakukan oleh PTPS melalui observasi langsung, wawancara dengan informan kunci, dan analisis data pemilu sebelumnya.

“Dalam melakukan pemetaan hendaknya PTPS tidak bekerja sendiri. PTPS mesti membangun kerjasama dengan KPPS. Akan lebih bagus lagi mampu membangun komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian, pecalang dan tokoh masyarakat” kata Muliarta saat menjadi narasumber dalam bimbingan teknis PTPS di Kecamatan Kuta, Badung pada Jumat (9/2/2024). 

Menurut Muliarta, pemetaan kerawanan wajib dilakukan secara komprehensif dan detail. Beberapa potensi kerawanan yang mesti diidentifikasi antara lain politik uang, intimidasi, dan manipulasi suara.

“Upaya pemetaan kerawanan sering kita abaikan, ketika terjadi baru akhirnya tergagap-gagap dan saling menyalahkan. Ini tangggangjawab bersama, mari saling bersinergi” papar mantan reporter Radio Suara Amerika VOA. 

Muliarta menegaskan pemetaan kerawan menjadi langkah awal dalam upaya menghadirkan proses demokrasi yang berkualitas. Demokrasi yang berkualitas pada akhirnya akan berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat pada pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang baik.

Sementara Ketua Bawaslu Badung Putu Hery Indrawan mengingatkan PTPS untuk mulai bekerja secara efektif, terutama saat masa tenang dengan melakukan pendataan terhadap alat kampanye yang masih terpasang. Berikutnya PTPS harus mulai memastikan bahwa pada saat masa tenang TPS. sudah mulai dibangun.

"Mohon juga melakukan pengawasan terhadap distribusi logistik yang akan diterima KPPS. Awasi juga distribusi surat pemberitahuan untuk memilih" tegas Hery.

Hery juga berharap PTPS melakukan deteksi dan pengawasan terhadap politik uang. Politik uang akan mencoreng citra demokrasi dan menurunkan kualitas demokrasi.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com