Pemerintah Diharapkan Tidak Membiarkan Ekonomi Jatuh Hingga ke Titik Nadir - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

6/21/20

Pemerintah Diharapkan Tidak Membiarkan Ekonomi Jatuh Hingga ke Titik Nadir


Gianyar, dewatanews.com - Menurut Sekretaris DPD I Golkar Bali, I Made Dauh Wijana, trade-off akan sangat berbahaya bagi semua kalangan baik masyarakat, perusahan hingga pemerintah. Ini ditegaskan saat dikonfirmasi terkait situasi ekonomi ditengah pandemi Covid-19, minggu (21/06).

Politisi asal Tegallalang ini, mengharapkan segera adanya pemulihan ekonomi Pulau Dewata  dengan membangkitkan kekuatan lokal di tengah pandemi COVID-19,"Tidak perlu mengambil kebijakan trade-off cegah ekonomi jatuh hingga titik nadir," katanya. 

Ekonomi yang merosot hingga ke titik nadir justru akan mempersulit melakukan pemulihan, dan bahayanya pun akan lebih parah daripada dampak pandemi saat ini. 

Pengamatannya, ekonomi telah terhenti hampir empat bulan, dan telah banyak menguras cadangan atau aset berupa tabungan, baik secara pribadi,  perusahaan maupun pemerintah. Baginya kebijakan opportunity lebih baik tetap dijalankan dengan membuka sektor ekonomi perlahan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kesehatan tetap harus menjadi prioritas agar  mata rantai COVID-19 dapat cegah dan pasien positif semakin banyak disembuhkan. Dengan demikian, pandemi melandai, ekonomi pun  bisa bergerak tumbuh walau perlahan. Tak terbatas di sektor pariwisata,  agar mulai dibuka dengan catatan sementara,  membangitkan wisatawan lokal.

Dengan Cara ini, disamping untuk menggerakkan ekonomi, masyarakat pun nantinya semakin mencintai produk lokal dan sumber daya Pulau Dewata yang sudah dikenal dunia. Menurut politisi kawakan ini, kerawanan sosial, dampak pandemi juga bisa teratasi dengan memberikan kesempatan warga beraktifitas walau harus dengan protokol kesehatan.

Penting dilakukan pengawasan ketat, oleh pemerintah dan pihak terkait di pusat-pusat keramaian atau potensi tempat terjadi kerumunan.  Apalagi seperti kota Denpasar yang menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) seharusnya lebih disiplin dan penyebarannya semakin dapat ditekan.  Tanpa PKM pun sejatinya bisa dilaksanakan asalkan mereka patuh terhadap protokol kesehatan, harapnya. (DN - CiN)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here