Kasus Penganiayaan Oleh WNA, Kini Dilimpahkan ke PN Denpasar - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

6/15/20

Kasus Penganiayaan Oleh WNA, Kini Dilimpahkan ke PN Denpasar


Denpasar, dewatanews.com - Kasus penganiayaan dilakukan tersangka Ciaran Francis Caulfield, Warga Negara Asing (WNA) asal negara Irlandia terhadap korban seorang perempuan warga Bali, Ni Made Widiastuti Pramesti sudah dilimpahkan langsung ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Subroto, S.H, M.H selaku Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, saat ditemui wartawan di Renon Denpasar, Senin (15/6).

“Surat dakwaan sudah selesai maka akan segera di limpahkan ke PN. Dan hari ini sudah di limpahkan perkara tersebut. Kalau sudah selesai saya pasti masukkan, tidak ada urusan buat saya. Bila ada penetapan PN untuk melakukan penahanan rutan pasti jaksa akan melaksanakan penetapan dengan protokol kesehatan. Dan syarat yang di tentukan lapas,” tegas Subroto.

Lebih lanjut, pihak Kejati memberikan tahanan rumah lantaran sebelumnya sudah ditahan penyidik dan sekarang sudah penuh di Rutan Polda bahkan melebihi kapasitas. Hal ini juga dikarenakan dalam suasana Covid. Selain itu juga dikatakan lembaga pemasyarakatan (LP) tidak menerima tahanan tahap 2.

“Karena tahanan di Polda penuh dan juga LP tidak menerima tahanan tahap 2. Sesuai dengan aturan Hukum dan HAM maka kami hanya memerintahkan kepada jaksa untuk tahanan rumah,” jelas mantan Kajari Kabupaten Kediri Jawa Timur ini.

“Penganiayaan ini bukan berat seperti disampaikan pengacara korban dalam berita. Berisi disekap, diseret dan luka-luka. Saksi juga tidak ada, hanya melihat sebatas dijambak. Atas dasar kemanusiaan boleh diekspos tapi sesuai keadaan. Seolah dalam hal ini kejaksaan lalai,” imbuh mantan Kajari Kabupaten Kediri Jawa Timur ini. Bdi

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here