Diduga Gelapkan Sertifikat, Oknum Notaris Dilaporkan ke MPDN Badung - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

12/4/19

Diduga Gelapkan Sertifikat, Oknum Notaris Dilaporkan ke MPDN Badung


Denpasar, Dewata News. Com - Soal kasus dugaan penggelapan sertifikat, Nyoman Budiana yang merupakan warga asal Banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara dengan didampingi kuasa hukum, Drs. Wayan Ardika, SH mendatangi Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Badung, Kemienterian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Bali, Selasa (3/12). 

Menurut kuasa hukum Wayan Ardika, kedatangan klien nya untuk melaporkan oknum notaris, Putu Sarjana terkait kasus penitupan sertifikat yang dilakukannya. 

"Dimana, kedatangan saya bersama klien ke MPDN Badung, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kanwil Kumham) Bali adalah untuk mengadukan perbuatan oknum notaris ini. Karena oknum notaris ini telah merugikan klien saya," terangnya.

Dijelaskan, kliennya pada tanggal 29 Desember 2018 lalu menitipkan sertifikat tanah (SHM) seluas 9.7 are yang rencanannya akan dipecah menjadi empat sertifikat dengan biaya yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 60 juta rupiah.

"Setelah dikelurkan biaya Rp 60 juta rupiah, sertifikat tersebut tidak kunjung diserahkan kepada klien saya. Apalagi klien sudah memenuhi kewajiban dengan sudah membayar lunas. Mustinya oknum notari Putu Sarjana tidak menahan sertifikat klien saya," jelasnya.

Lebih jauh, ada informasi kalau sertifikat kliennya justru kok malah dikembali kepemilik awal atas nama Ni Nyoman Sugiani oleh oknum notaris yang bersangkutan tersebut.

Untuk itu ia melakukan pengaduan ke MPDN. Lantaran laporan Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke Polda Bali yang dinilai masih lambat dan belum ada kejelasan. Padahal saksi-saksi sudah semua diperiksa oleh penyidik.

"Dimana laporan sebelumnya ke Polda Bali melalui Dumas dengan tuduhan oknum notaris ini telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan," imbuhnya. 

Sementara, Sekretaris MPDN Badung, I Eka Agustina, SH menanggapi laporan Wayan Ardika selaku kuasa hukum dari Nyoman Budiana. Dari laporan tersebut diharapkan bisa segera memanggil pihak yang bersangkutan yakni oknum pengacara Putu Sarjana.

"Sesuai Standard Operasi Prosedur (SOP) maksimal 30 hari sejak laporan diterima MPDN, nantinya dari MPDN sendiri akan mengeluarkan keputusan rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh Majelis Pengawas Wilayah (MPW) Notaris Provinsi Bali.

Ditambahkan, pihaknya akan pelajari dulu terkait permasalahan yang terjadi. Nantinya akan dipanggil semua pihak yang terkait,  maksimal dalam waktu 30 hari sejak laporan pengaduan yang terima MPDN untuk bisa mengelurkan rekomendasi agar segera bisa ditindaklanjuti.

"Kalau dalam perkara ini terbukti ada tindak pidana, maka oknum notaris yang bersangkutan bisa dicabut izin notarisnya," tambahnya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com