![]() |
| Dewata News - Ilustrasi |
Dewata News - Denpasar
Pembangunan Bandar Udara di kawasan Bali Utara yang sudah ditunggu oleh masyarakat harus benar-benar terwujud dan pembangunannya harus sesuai dengan aspek sosial budaya masyarakat Bali. Namun Pemerintah Provinsi Bali hingga saat ini belum memutuskan dan memberikan rekomendasi lokasi pembangunan bandara udara baru di Kabupaten Buleleng setelah mendengarkan hasil studi kelayakan dari beberapa konsultan.
Pemprov masih ingin mendengarkan presentasi dari berbagai pihak sehingga nantinya diperoleh kejelasan berbagai aspek. Pastika dalam pemaparannya menegaskan, bandara di Kabupaten Buleleng hasrus jadi dan pastinya memerlukan usaha dan upaya termasuk untuk membuat masyarakat Bali mengerti pentingnya keberadaan Bandara tersebut.
Pastika juga mempertegas lagi masalah pendanaan dan operasional Bandara harus jelas dna transparan, bahkan harus dipertegas juga apa yang akan didapat oleh pemprov Bali dengan dibangunnya bandara ini, karena ini menyangkut dengan kehidupan hajat banyak masyarakat Bali. Di akhir arahannya Pastika berharap, dipilihnya Kubutambahan sebagai lokasi feasibility study bandara oleh PT Pembangunan Bali Mandiri memang benar-benar kompeten secara teknis dan layak, bukan karena ada kepentingan lain dalam proses pemilihan lokasi
Lebih lanjut Pastika mengingatkan pembangunan bandara baru haruslah memperhatikan adat dan budaya masyarakat Bali mengingat kehidupan masyarakat seempat tidak bsia dilepaskan dari ritual keagamaan dan adat istiadat. Pemprov Bali berencana akan mendengarkan persentasi salah satu konsultasn dari Kanada yang tertarik untuk membangun bandara di Buleleng. (DN - AN)

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com