Ribuan Ayam Mati Diterjang Lahar Hujan Gunung Agung

Karangasem, Dewata News. Com — Ribuan ayam milik Made Sudarma mati diterjang lahar hujan atau lahar dingin Gunung Agung yang mengalir d...


Karangasem, Dewata News. Com —Ribuan ayam milik Made Sudarma mati diterjang lahar hujan atau lahar dingin Gunung Agung yang mengalir di Sungai Tukad Sabuh, Dusun Pegubugan, Desa Duda, Selat, Karangasem Bali Kamis, (01/02).

Kepala Dusun (Kadus) Pegubugan, Nengah Suyadnya menjelaskan, saat kejadian pemilik ayam sedang melaksanakan persembahyangan di Kabupaten Tabanan. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak, Rabu malam hingga Kamis dini hari menyebabkan aliran sungai semakin deras membawa material kerikil dan abu dari Gunung Agung.  

Air sungai yang bercampur lumpur tersebut kemudian mengalir ke peternakan ayam Made Sudarma dan menyebabkan 2.500 ekor ayam yang berada di kandang bawah tergenang air hingga mati. Sementara 2.500 ekor ayam lainnya dapat diselamatkan, karena berada di kandang bagian atas.

”Di aliran sungai itu kebetulan ada kandang ayam, yang punya itu warga kami pak Made Sudarma. Di kandangnya itu ada 5000 ekor, yang atas ada 2500, yang bawah 2500, nah yang kena aliran lumpur ini yang dibawah yang jumlahnya 2500, itu semuanya mati,” tuturnya, Jumat (02/02).

Sebelumnya sejumlah karyawan di peternakan tersebut sempat mencoba menyelamatkan ayam-ayam itu, namun karena aliran sungai yang masuk ke kandang cukup deras, sehingga para karyawan kesulitan melakukan penyelamatan.

Nengah Suyadnya mengatakan, selain berdampak pada peternakan ayam, derasnya aliran Sungai Tukad Sabuh dengan kedalaman mencapai 3 meter dan lebar 4 meter itu juga mengakibatkan tembok (panyengker) rumah warga Jero Gede Samar ambruk, dan menyebabkan kerugian hingga Rp10 juta.

”Ada juga tembok (panyengker) rumah warga ambruk terkena aliran sungai. Jadi memang cukup deras, kebetulan tembok ini di aliran sungai, dulu sempat dinormalisasi, tetapi karena seringnya hujan jadi aliran sungai ini semakin meninggi,” ucapnya.

Kepala Dusun Pegubugan itu menambahkan, dari sektor pertanian lahar hujan Gunung Agung juga berdampak bagi petani. Meski Desa Pegubugan tergolong aman, karena berada di Radius 11 kilometer dari Puncak Kawah Gunung Agung atau tergolong KRB 1, namun aliran sungai yang membawa lahar hujan dan kerikil membuat sawah warga gagal tanam.

Persawahan milik I Nengah Rai 6 petak, dan Wayan Cenik Suastawa 5 petak yang seharusnya mulai ditanami padi, terpaksa gagal tanam, karena sawah mereka penuh dengan lumpur dan kerikil. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Breaking News 4282990777862860634

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

YURA Shop

item