Rektor Jampel: Pembukaan Prodi Kedokteran Undiksha Tinggal Visitasi

Buleleng, Dewata News. Com —  Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Dr.Nyoman Jampel, M.Pd mengungkapkan rasa optimisme, den...


Buleleng, Dewata News. Com — Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Dr.Nyoman Jampel, M.Pd mengungkapkan rasa optimisme, dengan kesiapan sarana dan prasarana yang ada sebagai syarat yang urgen dibutuhkan, pembukaan Program Pendidikan (Prodi) Kedokteran tinggal menunggu dilakukan visitasi dari Kemenristekdikti.

”Salah satu syarat yang dituntut urgensinya dari pendirian Prodi Kedokteran di Undiksha ini, adanya Rumah Sakit Pendidikan dan hal itu sudah diwujudnyatakan oleh RSUD Kabupaten Buleleng, di samping jelas dan pasti tenaga dosen serta ruang perkuliahan yang sudah juga siap,” kata Rektor Dr.Nyoman Jampel ketika ditemui Dewata News.com, Selasa (02/01) sore.

Menurut Dr.Nyoman Jampel, dukungan penuh Pemkab Buleleng sebagai wujud bukti, bahwa masyarakat di kabupaten Buleleng membutuhkan Prodi Kedokteran. Sampai saat ini, Undiksha bekerjasama dengan Pemkab Buleleng sudah mendaftarkan secara onlinepembentukan Prodi Kedokteran.

”Melihat perkembangan Undiksha, Rektor Nyoman Jampel mengaku bangga dengan hal tersebut. Ditambah lagi dengan adanya ijin RSUD Kabupaten Buleleng menjadi Rumah Sakit Pendidikan, sehingga optimis Prodi Kedokteran sudah sangat layak ada di Undiksha,” imbuhnya.

Rektor Nyoman Jampel juga mengatakan, pihaknya sekarang hanya menunggu visitasi dari Kemenristekdikti yang mengalami perjuangan berat, karena masih tersandung dalam memperoleh rekomendasi dari enam stakeholderlain. Perjuangan berat Kemenristekdikti, menurut Rektor Undiksha Dr.Nyoman Jampel, karena adanya beda pemahaman dengan perbedaan data yang digunakan, sehingga enam stakeholder ini belum membuka peluang dibukanya Prodi Kedokteran. Sementara secara nyata Kemenristekdikti menilai, masih melihat Indonesia kekurangan pengadaan tenaga dokter.

Karena itu, untuk pembukaan Prodi Kedokteran di Undiksha, Kemenristekdikti memerlukan rekomendasi dari enam stakeholder itu, di antaranya dari Departemen Kesehatan RI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), KKI maupun Asosiasi Pendidikan Dokter Indonesia.

Setelah moratorium dicabut, lanjut Rektor Dr.Nyoman Jampel, mudah-mudahan secepatnya visitasi dan penilaian dilakukan. Karena pihaknya ingin Prodi Kedokteran di Undiksha secepatnya untuk memperoleh ijin. Bahkan, Wantimpres RI, Prof. Abdul Malik Fajar ketika berkunjung ke Buleleng sangat mengapresiasi dunia pendidikan di Buleleng.
Khusus untuk pembentukan Prodi Kedokteran, Prof Abdul Malik Fadjar sangat mendukung dan berjanji akan mengawal pembentukan prodi ini di Kemenristekdikti.

Dengan dibukanya Prodi Kedokteran di Undiksha, Rektor Nyoman Jampel yakin, Kota Singaraja sebagai ibukota Kabupaten Buleleng akan dengan mudah jadi Kota Pelajar.

Sasaran lain bagi Undiksha sebagai satu-satunya LPTK Negeri di Bali ini, dijelaskan Rektor Nyoman Jampel, yakni meningkatkan ranking dari ranking 34 menjadi rangking 20 dari ribuan Universitas Negeri di Indonesia. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 5425666197947957720

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Populer

item