Mengenal Lebih Dekat Sosok Perintis Berdirinya GANASPATI di Bali

Sejak bulan Agustus 2017 di Bali,  secara resmi telah berdiri Perkumpulan Garda Nasionalis Patriot Indonesia disingkat GANASPATI. Secar...


Sejak bulan Agustus 2017 di Bali, secara resmi telah berdiri Perkumpulan Garda Nasionalis Patriot Indonesia disingkat GANASPATI. Secara nasional perkumpulan Ganaspati sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berkantor pusat di Jl. Taman Kuta F/5 Beranda Bali BSB RT004/RW004, Semarang, Jawa Tengah.  Namun oleh Pendiri Perkumpulan GANASPATI di Bali, Ketut Sumiata mengklaim, bahwa kelahiran GANASPATI di Bali, tanggal 27 Januari 2017. Sehingga perayaan Peringatan 1 Tahun DPW GANASPATI Provinsi Bali akan diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 27 Januari 2018 dipusatkan di Puri Agung Singaraja.

Sebagai Ormas, GANASPATI telah mendapat pengesahan sebagai Badan Hukum Perkumpulan oleh Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU 0006839.AH.01.07 Tahun 2017  tanggal 21 April 2017. Sehingga keberadaannya di Provinsi Jawa Tengah, Ketua Ormas GANASPATI  sebagai Ormas Berbadan Hukum dalamDaftar Inventarisasi Ormas Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah dan sebagai mitra kerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sebagai Ormas, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GANASPATI, Ratya Mardika T.K.,S.E.,CA.,BKP.,SH terus mengembangkan perkumpulan yang dipimpinnya ke hampir seluruh provinsi, kabupaten di Indonesia, termasuk di Provinsi Bali.

Khusus untuk di Provinsi Bali, sesuai surat keputusan DPP GANASPATI, Nomor: DPP-004/GNPI-DPW-003/VIII/2017, tertanggal 24 Agustus 2017 telah disahkan Kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GANASPATI Provinsi Bali periode 2017 sd 2022.

Adapun DPW GANASPATI Provinsi Bali dengan Ketua, Ketut Sumiata didampingi Wakil Ketua: Agus Yogi YK Yadnya dan Gede Suartana. Sedangkan Sekretaris: masing-masing Putu Suardika dan I Nyoman Darsana, S.Pd, serta Bendahara: I Gede Widiastina, SE dan Made Suyasa serta dilengkapi sembilan bidang.

Sebagai pengurus, Ketua Umum DPP GANASPATI, Ratya Mardika mengisyaratkan wajib menjalankan tugas dan fungsi jabatannya masing-masiong serta taat dan tunduk pada Menifesto, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Perkumpulan GANASPATI.

DPW GANASPATI Provinsi Bali yang dikendalikan Ketut Sumiata ini, ternyata berkedudukan di Singaraja. Kenapa? Karena memang, Ketut Sumiata yang ASN / PNS pada Kantor BPN ~ Pertanahan Kabupaten Buleleng.
Ditengah kesibukannya sebagai ASN/PNS, Ketut Sumiata selaku Ketua DPW GANASPATI Provinsi Bali terus menggalang kekuatan PerkumpulanGANASPATI ke beberapa kabupaten di Bali, khususnya di Buleleng.

”Mengingat Perkumpulan GANASPATI bertujuan untuk menjaga keutuhan, mempertahankan dan membela NKRI dari rongrongan gerakan radikalisme yang ingin mengganti Ideologi Negara, baik  yang berasal dari ekstrim kiri maupun ekstrim kanan serta mewujudkan cita-cita Proklamasi 17-08-1945, yaitu untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghapiskan segala bentuk penghisapan manusia atas manusia dan penjajahan bangsa atas bangsa dari muka bumi, sehingga kami memiliki semangat mengembangkan perkumpulan yang berpusat di Semarang ini,” kata Ketua DPW GANASPATI Provinsi Bali, Ketut Sumiata.

Menyimak kenangan setahun lalu, masa masa awal Ketut Sumiata GANASPATI di Bali, hanya bermodalkan TEKAD, NEKAD DAN KETULUSAN HATI memberanikan diri mengenalkan GANASPATI lewat medsod.

Ternyata, ada beberapa teman di medsos bersedia mendukung dan bergabung, sehingga mencoba membentuk kerangka Kepengurusan DPW GANASPATI BALI. ”Walaupun tidak ada modal dana sama sekali,” kenangnya.

Akhirnya dengan tekad bulat dengan beberapa teman berhasil membentuk DPW GANASPATI Bali. Ketut Sumiata mengaku, walaupun banyak cobaan dan ujian, dimana beberapa teman yang awalnya menggebu-gebu mendukung, satu persatu mengundurkan diri karena alasan alasan tertentu . Dan itu wajar, karena secara pinansial GANASPATI tidak bisa memberikan apa apa.

”Tapi saya sebagai perintis berdirinya di Bali bersama teman teman yg benar benar berjiwa Nasionalis Patriot Murni yang menjiwai AD/ART dan Manifesto perjuangan GANASPATI tetap kuat bertahan mengembangkan ormas nonpropit, indevenden mandiri dan bersifat Relawan berdasarkan gotong royong berkembang di beberapa kabupaten di  Bali,” kata Ketut Sumiata.

Selama setahun GANASPATI di Bali, sebagai perkumpulan nonprofit bersifat terbuka tanpa membeda-bedakan kelas sosial/ekonomi dan tanpa membeda-bedakan suku,agama, ras,golongan,serta latar belakang sosial politik kemasyarakatan, menurut Ketut Sumiata tumbuh dan berkembang, sehingga senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah maupun aparat TNI dan Polri. Karena GANASPATI berperan secara aktif dan berkelanjutan dalam mensukseskan program Bela Negara yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Dari upaya penggalangan yang dilakukan Ketut Sumiata selama ini, telah mampu mengajak dan menggerakkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Pegayaman. Bahkan, Puri Agung Buleleng setelah melakukan pendekatan dengan penglingsir Puri, yakni AA Ngurah Ugrasena.

”Pantang mencari musuh, musuh datang kami hadapi”, tegas Ketut Sumiata mengurai Semboyan Perkumpulan GANASPATI disela-sela kesibukan persiapan Peringatan 1 Tahun DPW GANASPATI Provinsi Bali yang dipusatkan di Puri Agung Singaraja, Kamis (25/01) sore.

Peringatan 1 Tahun DPW GANASPATI Provinsi Bali yang dipusatkan di Singaraja itu dengan tema GANASPATI "Berjuang demi Panca Sila, Merah-Putih, Proklamasi 17/08/1945, UUD 1945, NKRI".  Made Tirthayasa.—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 3097319209537230844

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

YURA Shop

item