Megawati: Tidak Senang dengan PDIP, Silahkan Saja Keluar !

Jakara, Dewata News. Com —  Ketua Umum  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengumumkan pasangan bakal calon yang akan berlag...


Jakara, Dewata News. Com — Ketua Umum  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengumumkan pasangan bakal calon yang akan berlaga pada pilkada 2018 di Sumatera Utara, Maluku Utara, Papua, Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Megawati mengatakan calon yang diusung oleh PDI-P adalah petugas partai.

"Semua mereka adalah petugas partai karena itulah bentuk konstitusi partai. Cara mengelola partai yang baik adalah proses kelembagaan yang baik di dalam partai," kata Megawati dalam sambutannya, Kamis (04/01) .

Lebih lanjut Megawati menegaskan setiap calon kepala daerah yang diusung partainya, wajib dikaderisasi sehingga ada sikap taat kepada partai. Dia mempersilahkan bagi yang tidak suka dengan segala peraturan di partai untuk hengkang dari PDI-P.

"Mereka harus di kaderisasi untuk bisa mengetahui isi perut PDI-P, apa yang boleh dan tidak boleh di PDI-P . Kalau tidak senang dengan PDI-P silahkan saja keluar sehingga dengan demikian, saya melihat bahwa kita harus punya kualitas untuk mendidik rakyat kita. Sebagai pemimpin itulah yang harus kita lakukan".

"Saya gelisah kalau partai hanya mengambil orang sebagai kewajiban untuk bisa mengikuti proses pemilu. Sebenarnya rakyat mendambakan sebuah ruang keterbukaan.  Semoga rakyat bisa merasakan dan menyentuh calon pemimpinnya," ucapnya.

Megawati menegaskan PDI-P tidak mencari orang melainkan mencari calon pemimpin yang mampu membawa kemajuan di daerah yang dipimpin. Bagi Mega, politik adalah keyakinan.

"Politik adalah keyakinan, kita tidak pernah membuat politik melodramamtik. Keyakinan Ketua Umum  adalah menyatu dengan rakyat. Kita berproses bahwa yang dicari ialah pemimpin untuk rakyat," tegasnya.

Pengumuman calon yang diusung oleh PDI-P akan disesuaikan dengan tema. Seperti tema hari ini adalah pendidikan politik.

Pendidikan yang mampu membangun karakter dan kebangsaan. Politik pendidikan semakin penting agar masyarakat selektif dalam memilih pemimpin dan semakin transparan serta masyarakat akhirnya sejahtera.

"Ada daerah yang kenapa saya pilih empat daerah ini? . Kita bisa lihat situasionalnya bahwa Papua suatu wilayah di Indonesiao yang sedang mengejar ketertinggalannya makanya saya sangat hati-hati memberikan pemimpin yang benar-benar mewujudkan mimpi Papua," jelasnya.

Pada pilkada 2018 di Papua, PDI-P mengusung duet John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae. Publik mengenal John sebagai Bupati Jaya Wijaya selama dua periode sementara Habel adalah Bupati Jayapura selama dua periode.

Adapun untuk Lampung, partai berlambang banteng bermoncong putih, mengusung Herman Hasanusi/Sutono. Herman saat ini adalah Wali Kota Bandar Lampung sementara cawagub Sutono adalah Sekretaris Daerah Provinsi Lampung.

Selanjutnya  Abdul Ghani Kasuba/M Al Yasin Ali, diusung untuk pilkada Maluku Utara. Abdul Ghani adalah petahana Wakil Gubernur Maluku Utara dan Yasin adalah Bupati Halmahera Tengah selama dua periode.

Adapun jagoan PDIP untuk Nusa Tenggara Barat adalah Tuan Guru Haji Ahyar Abduh bersama Mori Hanafi. Keduanya masing-masing merupakan Wali Kota Mataram dan Mori adalah Wakil Ketua DPRD NTB. Sementara untuk Sumatera Utara adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. (DN ~ RRI).—

Berita Terkait

Politik 6763297615636489308

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Populer

item