Dr.Rasben Dantes: Undiksha Harus Berani Berubah

Jika kita ingin membangun negeri, maka kita harus mendidik bangsa.  Beranalogi dari kalimat ini, membangun sebuah universitas seharusny...


Jika kita ingin membangun negeri, maka kita harus mendidik bangsa. Beranalogi dari kalimat ini, membangun sebuah universitas seharusnya berani membangun sumber daya manusia. ”Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai sebuah perguruan tinggi harus berani berubah,” kata Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I di mimbar Sidang Terbuka Senat Undiksha, Singaraja, Selasa (16/01).

Putra pertama mantan Rektor IKIP Negeri Singaraja (sebelum menjadi Undiksha) dan mantan Direktur Pasca Sarjana Undiksha ini mendapat kepercayaan menyampaikan Orasi dalam rangka Dies Natalis ke-25 Undiksha di Auditorium Kampus Tengah di Jalan Udayana, Singaraja. 

Gede Rasben Dantes, S.T, M.T.I yang menyelesaikan pendidikan Program S-1 Jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Bandung ini merancang judul Orasi ”IS/IT Strategis Sistem Informasi/Teknologi Informasi dalam rangka meningkatkan daya saing Perguruan Tinggi” sejalan dengan tema besar Dies Natalis ke-25 Undiksha, yakni ”Membangun Jati Diri untuk Menciptakan Sumber Daya Unggul”.

Menurut penekun Teknologi Informasi yang menyelesaikan Program S-2 di Univesitas Indonesia  dengan ijazah Tekonolgi Informasi ini, suatu perencanaan strategis dalam bidang Information System/Information Technology menjadi salah satu kunci dalam peningkatan kualitas lembaga yang nantinya bermuara pada pembentukan Sumber Daya Manusia yang unggul.

Menyinggung Undiksha harus berani berubah, Gede Rasben Dantes yang menamatkan Program S-3 Jurusan Ilmu Komputer di Universitas Indonesia (Sandwich Program di Indiana University of Pennsylvania) dengan ijazah Ilmu Komputer menekankan, bahwa perubahan tidak akan serta merta memberikan manfaat dalam waktu yang singkat. Perubahan pun tidak akan bisa dilakukan seperti membalik telapak tangan.

”Perubahan adalah sebuah proses, yang harus kita lakukan dengan komitmen, keyakinan, ketulusan, dan berkesinambungan,” kata dosen jurusan Manajemen Informatika pada Fakultas Teknik dan Kejuruan Undiksha ini.

Gede Rasben Dantes yang tanggal 21 Februari 2018 nanti genap berusia 43 tahun ini mengatakan, bahwa perubahan proses lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan perubahan teknologi itu sendiri. ”Sebuah proses yang kita lakukan selama ini sebagai sebuah kebiasaan belum tentu benar. Harus disadari, bahwa bukanlah hal tabu jika kita melakukan perubahan, sehingga memperoleh optimal value. Perubahan sangat identik dengan transformasi mindest atau cara berpikir kita. Transformasi mindset seperti memrlukan waktu,” ungkapnya.

Buku Orasi Gede Rasben Dantes setebal 57 halaman itu menyiratkan, bahwa salah satu perubahan yang terjadi pada universitas ini (Undiksha), yang mungkin tidak dirasakan, bahwa bertahun-tahun direncanakan untuk mendijitalisasikan seluruh dokumen/arsip yang dimiliki, baik terkait akademik, maupun nonakademik (seperti SK Tri Dharma Perguruan Tinggi,SK kegiatan, jurnalmengajar,artikel-artikel ilmiah dosen,kekayaan intelektual, buku-buku yang dihasilkan dosen, dll).

”Namun tidak pernah dapat kita realisasikan. Tetapi dengan perubahan status universitas ini menjadi Badan Layanan Umum (BLU),salah satu mandate yang harus dilaksanakan oleh universitas ini adalah memberikan penghargaan finansial (renumerasi) terhadapkinerja akademik dan nonakademik dosen dan pegawai,” paparnya.

Menurut Rasben Dantes, bahwa pengembangan dan pemanfaatan SI/TI adalah salah satu solusi untuk melakukan perubahan.
Menutup Orasi yang sedianya pihak universitas mengagendakan diberikan dari Kemenrestekdikti siang itu, Gede Rasben menggarisbawahi, bahwa Undiksha adalah perguruan tinggi negeri yang mulai tumbuh, dan terus melakukan perubahan. Pembenahan internal harus terus dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan.

Rasben Dantes juga mengisyaratkan, bahwa Undiksha tidak boleh berhenti disini, perguruan tinggi harus terus membenahi diri.Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukunhg operasional Undiksha, baik akademik maupun nonakademik.

Kenapa? Rasben Dantes menekankan, tidak dapat dipungkiri bahwa pemanfaatan TIK dapat meningkatkan daya saing perguruan tinggi. ”TIK disebut sebagai penterjadi, namun bukan berarti segala permasalahan dapat diselesaikan dengan Teknologi Informaasi dan Komunikasi,” kata Rasben Dantes dengan rendah diri, bahwa apa yang disampaikan hanya membahas secara garis besar, terkait dengan IS/IT Strategic Planing Undiksha yang tentunya harus dilakukan penelahaan dan analisis yang lebih mendalam.  Made Tirthayasa.

Berita Terkait

Kabar Buleleng 825598130712768505

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

YURA Shop

item