Bupati PAS Tinjau Lokasi Banjir di Desa Dencarik

Buleleng, Dewata News. Com —  Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST mengunjungi lokasi bencana banjir yang terjadi di Desa Dencarik, ...


Buleleng, Dewata News. Com — Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST mengunjungi lokasi bencana banjir yang terjadi di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kamis (25/01). Pasalnya, pada hari Selasa, (23/01) malam, Desa Dencarik dilanda banjir yang mengakibatkan jalan Singaraja-Seririt lumpuh karena tergenang air. Banjir ini diakibatkan karena beton yang mempersempit saluran air  di sebelah SPBU Dencarik, Kecamatan Banjar.

Dari informasi yang ada, terdapat pengembang perumahan yang akan membangun perumahan di kawasan sebelah selatan dari SPBU. Karena jalan menuju perumahan tersebut kecil, pengembang justru mengorbankan saluran irigasi dengan cara mempersempit saluran air dan membuat perubahan alur saluran air. Pada saat kejadian, air di saluran irigasi ini meluap ditambah lagi dengan kiriman kayu gelondongan yang menyumbat saluran air tersebut.

Mengetahui hal tersebut, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana langsung memerintahkan Dinas terkait agar bangunan beton tersebut dibongkar, karena mempersempit saluran air. Bupati Suradnyana tampak kecewa, karena adanya ijin untuk membangun beton tersebut.
”Besok (hari Jumat-red) beton ini harus dibongkar, tidak boleh ini,” perintah Bupati PAS kepada Dinas terkait.

Bupati Suradnyana juga menegaskan, bahwa Satpol PP Kecamatan Banjar sudah sempat menegur dan melarang oknum yang membangun beton tersebut, namun justru tetap bersikukuh membangun.

”Saya tidak tahu siapa yang bangun ini, boro-boro ada ijin Satpol PP sudah tegur tetapi tetap ngeyel, besok bongkar saja tidak ada toleransi,” tegasnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Buleleng, Made Subur sempat menceritakan pada malam terjadi banjir, dirinya bersama tim berusaha keras untuk memotong gelondongan kayu yang menyangkut dibawah beton tersebut.

”Awalnya, saluran irigasi lebih lebar namun justru dipersempit dengan cara membangun tanggul disebelah jalan setapak diatas saluran air dengan lebar kurang lebih satu meter. Lalu dibawah beton ini, aliran air justru dibelokkan padahal dulunya aliran saluran air ini lebih lebar dan alurnya langsung lurus menuju utara,” ujar Made Subur.

Sementara itu, Kepala Desa Dencarik, Putu Budiasa mengatakan pihak desa sebenarnya tidak menyepakati pembangunan jalan itu namun dari beberapa subak justru menyepakati.

”Kami dari desa tidak sepakat, tapi yang sepakat justru beberapa subak di wilayah ini. Tim Satpol PP juga sempat melarang namun yang bikin ini tetap saja melanjutkan membuat beton ini dan mempersempit saluran irigasi,” ujar Putu Budiasa.

Kepala Desa Dencarik sepakat untuk membongkar beton dan tanggul yang mempersempit saluran irigasi itu supaya tidak lagi terjadi banjir dikemudian hari.

Terkait lahan persawahan yang rusak, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana akan melakukan gotong-royong melibatkan staff pemerintah, warga dan berupaya meminta bantuan dari TNI. Pemerintah Kabupaten Buleleng juga akan membantu bibit padi bagi para petani yang lahannya rusak.

“Besok kita normalisasi ini, gotong royong, batu-batu diangkat dulu dan saya akan ngomong sama Dinas Pertanian agar petani dibantu bibitnya,” imbuh Agus Suradnyana. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1340735743312989023

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

YURA Shop

item