Banjir di Buleleng, Bupati PAS Himbau Masyarakat Sadar Akan Lingkungan

Buleleng, Dewata News. Com —  Hujan deras yang menyelimuti Gumi Buleleng beberapa jam yang terjadi pada hari Jumat (26/01) hingga malam...


Buleleng, Dewata News. Com — Hujan deras yang menyelimuti Gumi Buleleng beberapa jam yang terjadi pada hari Jumat (26/01) hingga malam menjadikan debit air meningkat dan menimbulkan banjir. Peristiwa banjir di beberapa titik seputaran Kota Singaraja malam itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia akibat sebuah senderan dan tembok ambrol akibat gerusan air di Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng.

Pada saat kejadian, korban Ni Luh Putu Sumiartini (38) dan anak angkatnya Kadek Yudistira (9), warga Desa Jagaraga Kecamatan Sawan, meninggal di tempat.

Saat hujan deras korban hendak menjemput anaknya yang dititipkan di rumah keluarganya di Banjar Jawa setelah menjemput suaminya di Pasar Anyar, namun saat melewati gang dengan tanjakan, sepeda motor yang dikendarai tiba-tiba mati.

Saat itulah Dewa Wisnu Saputra yang tinggal di sekitar lokasi menghampiri korban berniat menolong, namun tiba-tiba senderan dan tembok pada lahan kosong di sebelah selatan jebol hingga langsung menimpa kedua korban Sumiartini dan Yudistira, sedangkan Dewa Wisnu Saputra terkena reruntuhan dan mengalami patah pada pinggang.

Reruntuhan batu dan beton secara perlahan bisa disingkirkan warga dan secara bergiliran dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD Buleleng dengan kondisi telah tidak bernyawa.
Dewa Wisnu Saputra yang sempat menjalani perawatan intensif kemudian dinyatakan meninggal dunia Sabtu (27/01) dinihari.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menghimbau kepada seluruh masyarakat agar sadar menjaga lingkungan sekitar. Hal terkecil yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menimbulkan banjir. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk tidak menutup secara sembarangan saluran air yang ada agar tidak menyumbat jalannya air itu sendiri.

”Ini benar-benar sifatnya force majeur. Seluruh wilayah di Bali menghadapi cuaca yang ekstrim, bukan hanya di Buleleng. Namun, untuk menghindari terjadinya banjir mari kita bersama sadar untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya didampingi Wabup Buleleng dr.I Nyoman Sutjidra, Sp.OG usai melayat menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah yang dialami, rumah duka di Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng dan di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Sabtu (27/01).

Di rumah duka, Bupati Agus Suradnyana menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai sebesar Rp10 Juta untuk keluarga korban Dewa Ketut Wisnu Saputra di Lingkungan Kalibaru serta Luh Sumi dan Kadek Bayu Yudistira di Desa Jagaraga.

Khusus untuk peristiwa banjir di Baktiseraga dan Pemaron, Bupati PAS melihat ada saluran air yang ditutup dan ada kayu atau sampah yang menyumbat saluran air yang tidak dibersihkan. Hal ini yang menyebabkan air meluap hingga menyebabkan banjir. Untuk itu diperlukan keaktifan dari semua pihak untuk bekerja bersama secara gotong royong untuk membersihkan saluran-saluran air yang ada.

”Mungkin pada bulan September atau Oktober, seluruh warga desa bisa masuk ke saluran air untuk memotong kayu dan membersihkan sampah agar saluran air tidak tersumbat lagi. Kita harus gotong royong untuk mencegah terjadinya banjir,” ungkap Bupati PAS.

Dari sisi regulasi, Bupati PAS asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini berharap dengan dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) baru yang sedang digodok di DPRD Buleleng untuk mengganti Perda Nomer 1 Tahun 2013 tentang penanganan sampah bisa menjadi regulasi yang mengurangi penyumbatan-penyumbatan sampah di saluran air. Dengan perda baru ini juga bisa memberikan sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

”Mudah-mudahan ke depan hal ini tidak terjadi lagi. Saya minta kepada kepala desa dan camat lebih ekstra untuk mengingatkan dan mengedukasi masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan dan bergotong-royong pada bulan September dan Oktober. Untuk sisi regulasi, saya berharap perda yang baru bisa menjawab kejadian-kejadian seperti ini,” tandasnya.(DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 8894611201833274106

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

YURA Shop

item