Pemilu 2019 di Buleleng: Dapil Buleleng dan Dapil Busungbiu, Banjar Alami Penurunan Kuota Kursi

Buleleng, Dewata News. Com —  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan penataan instrumen daerah pemilihan dan aloka...


Buleleng, Dewata News. Com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan penataan instrumen daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota DPRD Kabupaten Buleleng pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019.

Ada beberapa Dapil di Buleleng mengalami perubahan untuk alokasi kursi anggota DPRD Buleleng. Berdasarkan garis besar penataan Dapil tingkat kabupaten, KPU kabupaten/kota memberikan usulan Dapil kepada KPU Povinsi Bali yang disusun berdasarkan 7 prinsip, diantaranya kesetaraan suara, ketaatan pada sistem pemilu yang professional, proporsionalitas, coterminous, kohesivitas, integralitas wilayah dan kesinambungan dengan pemilu sebelumnya.

Dari langkah itu, KPU provinsi kemudian melakukan rekapitulasi dan mengusulkan ke KPU RI untuk  selanjutnya dilakukan penataan dan ditetapkan.

Ketua KPU Buleleng Gede Suardana mengatakan, dasar penataan dapil dan alokasi kursi oleh KPU kabupaten, adalah data agregat kependudukan per’kecamatan yang diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Berdasarkan hasil penghitungan simulasi itu, tidak saja Dapil Kecamatan Buleleng mengalami penurunan jatah kursi anggota DPRD Buleleng dari 10 kursi menjadi 8 kursi, namun Dapil Kecamatan Busungbiu, Banjar, juga mengalami penurunan dari 8 kursi menjadi 7 kursi.

Sedangkan Dapil Kecamatan Seririt, Kecamatan Gerokgak mengalami kenaikan dari 9 kursi menjadi 11 kursi, Dapil Sukasada dari 5 kursi menjadi 6 kursi. Sementara Dapil Kecamatan Sawan dan Dapil Kubutambahan, Tejakula tidak mengalami perubahan, masing-masing mendapat jatah 5 kursi dan 8 kursi anggota DPRD Buleleng di Pemilu 2019 nanti. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 2535913051402674491

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Populer

item