Loka Karya dan Seminar Nasional Digelar Fisip Unipas Singaraja

Buleleng, Dewata News. Com — Rangkaian acara Temu Kangen Keluarga Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Panji Sakt...


Buleleng, Dewata News. Com —Rangkaian acara Temu Kangen Keluarga Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Sabtu (16/12) pagi digelar Loka Karya dan Seminar Nasional dengan tema “Kurikulum KKNI dalam Rangka Memperkuat Profesionalisme dan Netralitas ASN dalam Layanan Publik dan Politik Daerah”.

Loka karya dan seminar nasional dipandu oleh Dr. I Nyoman Gede Remaja, SH, MH menampilkan dua orang narasumber, yakni akademisi dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Dr Drs I Nyoman Subanda, M.Si dan Dr. Drs I Gde Made Metera, M.Si dari Unipas Singaraja.

Akademisi Nyoman Subanda dalam pemaparannya menekankan esensi dari pemerintahan yakni melayani, mensejahterakan, memberdayakan dan merespon berbagai persoalan masyarakat serta mengatur ketertiban sosial.

Saat ini menurut Subanda, penyelenggaraan pemerintahan berhadapan dengan globalisasi dan modernisasi, tuntutan demokrasi (open society), rendahnya kepercayaan aparatur terhadap masyarakat dan juga sebaliknya masyarakat terhadap birokrat (low trust society), kebebasan dan ”kenakalan’’ pers, kesenjangan sosial, patologi birokrasi dan patologi sosial.

Loka karya dan seminar nasional diikuti para alumni, mahasiswa dan dosen Fisip Universitas Panji Sakti Singaraja.

Sementara itu, Gde Made Metera memaparkan, KKNI mengacu pada terciptanya lulusan yang memiliki kompetensi, yang jika lulusan tersebut menjadi ASN makan akan menjadi ASN yang berkompeten dan profesional.

”Kompetensi tidak hanya tentang kemampuan akademik, namun juga menyangkut karakteristik kemampuan personal meliputi pengetahuan, tindakan dan sikap temasuk etika moral yang baik”, paparnya.

Ketua panitia kegiatan, Gede Arya Ciptana, S.Sos, M.Si mengungkapkan, loka karya dan seminar nasional digelar bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya profesionalisme dan netralitas diwujudkan dalam pengisian dan penyusunan kurikulum yang dapat berpengaruh pada mutu lulusan program studi.

Penyerapan aspirasi melalui diskusi dan seminar tentang kualitas layanan publik di masa mendatang, dalam mewujudkan aparatur yang bersih, profesional dan netral dalam layanan publik. Sekaligus diharapkan dapat memberi dan menerima masukan pada lembaga tentang sinergitas program studi dengan lembaga pemerintah, swasta dan program studi administrasi Publik dari perguruan tinggi lainnya. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 5794935645086052414

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

YURA Shop

Populer

item