Bupati PAS: Pemuteran Bay Festival 2017 Untuk Masyarakat - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

12/11/17

Bupati PAS: Pemuteran Bay Festival 2017 Untuk Masyarakat


Buleleng, Dewata News. Com — Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST menekankan, berbagai bentuk festival yang diagendakan pemerintah daerah, bukan untuk hura-hura dan menghamburkan dana, karena memiliki sasaran akhir menarik jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
”Adanya festival yang dirancang pemerintah daerah yang pada akhirnya menyerahkan pelaksanaannya kepada pihak swasta dan masyarakat pada akhirnya dinikmati untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan wisata khususnya, dan Kabupaten Buleleng pada umumnya. Karena dengan meningkatnya kunjungan wisawatan, secara tidak langsung terjadi perputaran perekonomian masyarakat menuju tingkat kesejahteraan,” kata Bupati Putu Agus Suradnyana di Singaraja pada Konferensi Pers, Senen (11/12) siang serangkaian gelaran Pemuteran By Festival 2017 nanti.
 
Konferensi Pers yang dibuka Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ir.Nyoman Sutrisna itu juga menghadirkan Panitia Pemuteran Bay Festival 2017 Agung Mastra maupun Ketua IP3 (Ikatan Pelaku Pariwisata Pemuteran).
 
Gelaran Pemuteran Bay Festival 2017 seperti dipaparkan Agung Mastra dimulai tanggal 13 – 16  Desember yang dikemas dalam balutan berbasiskan masyarakat, seni & budaya melalui semangat kebersamaan dan konservasi lingkungan di Tanjung Budaya Dalem Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
 
Agung Mastra menyimak kenapa Maskot Garuda Konservasi Terumbu Karang dengan metode Biorock. Pada gelaran Pemuteran Bay Festival 2017 ini, Garuda adalah mascot dari festival yang akan ditampilkan dalam bentuk 2 karya patung garuda dengan kombinasi ulatan besi. Maskot Garuda ini yang akan ditenggelamkan sebagai mascot konservasi struktur terumbu karang dengan teknologi Biorock.
 
”Dipilihnya macot Garuda, karena Garuda bagi kepercayaan masyarakat Hindu Bali adalah kendaraan suci Dewa Wisnu sebagai dewanya Laut(baruna), serta Garuda sebagai lambang Negara. Sampai saat ini lebih dari 77 struktur terumbu karang yang ada di bawah laut Pemuteran,” imbuh Agung Mastra.
 
Ia juga memaparkan, bahwa masyarakat Desa Pemuteran melalui IP3, Yayasan Karang Lestari Pemuteran, Perusahaan, seperti Pregina Art & Showbiz Bali sebagai sponsor,serta dukungan Pemkab Buleleng dan Kementrian Pariwisata RI terselenggaranya Pemuteran Bay Festival 2017.
 
Seperti harapan Bupati Buleleng yang akrab disapa PAS, penyelenggaraan festival ini diharapkan mejadi momentum oleh masyarakat Desa Pemuteran untuk tetap menjaga dan mengembangkan dengan baik dan benar potensi desa serta terus memperkenalkan dan mempromosikan ke dunia international.
 
Sementara Kadis Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna menambahkan, Pemuteran Bay Festival yang telah diagendakan dalam agenda event Kementrian Pariwisata RI dan telah dipromosikan jauh-jauh sebelumnya, melalui kegiatan road show serta pameran pariwisata di luar negeri.
 
Yoga On The Bay
Menurut Nyoman Sutrisna, selama penyelenggaraan festival ini diselenggarakan setiap hari, baik pagi dan sore dilakukan kegiatan spiritual olah jasmani dan rohani, yaitu Yoga.
 
Kegiatan Yoga ini terbuka untuk umum gratis dengan mendatangkan instruktur&pegiat yoga, di antaranya Anjasmara, Priscilia, bunda Dian Kania,Guru Made Sumantra, maupun instruktur Yoga Markandeya, Made Sulendra dan Joni Agung.
 
Selain itu,juga kegiatan Traditional& Fun Fishing Tournament, menurut Sutrisna, pihak panitia sampai membatasi jumlah peserta yang datang tidak saja dari Bali, tapi juga luar Bali.
 
Turnamen bergembira memancing ini, kata mantan Kadiskanla Buleleng Sutrisna, diselenggarakan oleh pegiat pancing di Pemutera akan dibagi 2 kategori, yaitu memancing tradisional yang dikenal dengan mincing banu yang akan melibatkan nelayan setempat. Sementara memancing semi professional menggunakan boat atau perahu nelayan ke laut.
 
Menyemarakkan gelaran festival ini, juga diselenggarakan Lomba mewarnai dan menggambar antar pelajar tingkat SD, SMP serta melukis tong sampah sebagai program regenerasi upaya konservasi dan pengembangan seni budaya.
 
Sementara kegiatan workshop plasticology dipersembahkan oleh pegiat seni olah sampah plastic Made Bayak akan mengajak anak-anak serta generasi muda. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com