Pengungsi Gunung Agung di Buleleng Terus Meningkat

Buleleng, Dewata News. Com —  Pasca peningkatan aktifitas serta dinaikkan status Gunung Agung dari siaga menjadi awas, banyak warga sem...


Buleleng, Dewata News. Com — Pasca peningkatan aktifitas serta dinaikkan status Gunung Agung dari siaga menjadi awas, banyak warga semeton Karangasem, khususnya yang ada di Kecamatan Kubu mulai meninggalkan tempat tinggalnya. Mereka sebagai warga semeton dari  Kubu memilih mengungsi ke Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
 
Sejak peningkatan aktifitas Gunung Agung 24 Nopember lalu, warga di beberapa desa di Kubu secara bertahap,meski  pelan tapi pasti bergeser ke tempat yang dianggap aman.
 
Khusus di Desa Tembok hingga Senin (27/12) sore, tercatat yang mengisi form pengungsian mencapai 900 jiwa, dan hal ini akan terus bertambah seiring dengan perkembangan status dan aktifitas Gunung Agung.
 
Warga semeton Karangasem, khususnya dari Kecamatan Kubu yang mengungsi di Desa Tembok, menurut Perbekel Desa Tembok, Dewa Komang Yudi, terdeteksi dari Desa Dukuh, Ban, Baturinggit, Sukadana, Kubu dan Desa Tulamben.
 
Untuk penanganan semeton Karangasem yang mengungsi di Desa Tembok akan ditempatkan di tempat-tempat fasilitas umum, seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu, sebelum terjadinya erupsi.
 
”Kami akan terus memberdayakan semeton Karangasem sesuai dengan perjanjian yang disepakati antar pemerintah setempat dengan pemerintah asal semeton korban erupsi Gunung Agung”, tegas Dewa Komang Yudi.
 

Warga semeton Karangasem saat status awas beberapa bulan lalu mengungsi di Desa Tembok,  mencapai 7.175 jiwa. Ini diprediksi akan meningkat seiring aktifitas Gunung Agung.
 
Nengah Jenek (48) warga Dusun Bantas Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu ditemui di tempat pengungsian mengaku, terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman mengingat Dusun Bantas ada pada radias 6 kilometer dan masuk KRB III.
 
Mau tidak mau harus meninggalkan tempat kelahirannya mengungsi ketempat yang lebih aman, yakni didesa Tembok sejak hari Minggu lalu bersama 13 orang keluarganya.
 
Sementara Made Sukadana dari Banjar Nusu, Desa Sukadana, memilih tetap bertahan untuk tidak mengungsi. Made Sukadana menyatakan akan mengungsi bila ada himbauan dari pemerintah terkait keamanan status Gunung Api Agung baru akan mengungsi ketempat yang lebih aman.
 
Dari pantauan hingga Senin malam, masih terus berdatangan warga semeton Karangasem mengungsi ke tempat yang lebih aman, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
 
Sementara kendala yang dihadapi pada pos kesehatan yang tersedia untuk memberikan pelayanan bagi warga semeton Karangasem di tempat pengungsian mengingat cuaca saat ini kurang bersahabat. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 2545872287751764953

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item