Buleleng Gelar Workshop dan Uji Lapang Gempa & Tsunami

Buleleng, Dewata News. Com — Sebagai salah satu daerah rawan terkena bencana, Kabupaten Buleleng dengan topografi di antara perbukitan ...


Buleleng, Dewata News. Com —Sebagai salah satu daerah rawan terkena bencana, Kabupaten Buleleng dengan topografi di antara perbukitan dan laut merupakan salah satu penyebab sering tertimpa bencana alam, seperti tanah longsor, banjir bandang dan abrasi pantai saat musim penghujan.
 
Bahkan, bukan hanya itu kabupaten Buleleng yang memiliki sejarah kelam saat terjadi bencana gempa bumi dan tsunami tahun 1976 mengakibatkan banyak korban jiwa maupun korban harta.
 
Dengan catatan sejarah kelam itu, Pemkab Buleleng untuk melindungi masyarakat dari bencana telah melakukan berbagai upaya, salah satunya yang ter”anyar” melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar WorkshopPembekalan Penguatan Kelembagaan Penyusunan Rencana Kontijensi dan Uji Lapang Gempa Bumi dan Tsunami.
 
Kegiatan Workshop dan uji lapang yang digelar selama lima hari dipusatkan di Hotel Aneka, Lovina, pada hari Senen (06/11) itu dibuka oleh Asisten I Setda Buleleng Made Arya Sukerta, SH itu diikuti oleh perwakilan SKPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Buleleng.
 
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Ass.I Setda Buleleng Made Arya Sukerta  mengatakan, proses penanganan bencana harus dilaksanakan secara terkoodinatif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. ”Rencana kontijensi ini sangat penting artinya bagi masyarakat Buleleng, karena melalui rencana ini seluruh elemen masyarakat telah mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana,” papar bupati.
 
Selain itu, Bupati PAS juga menilai, melalui kontijensi ini akan jelas arah penanganan yang dilakukan, karena didalamnya sudah terlebih dahulu didata segala fasilitas atau sarana dan prasarana yang dimiliki oleh kita semua.
 
Sebelumnya, Kepala BPBD Buleleng I Made Subur,SH menjelaskan, tujuan diselenggarakannya Workshop ini untuk mewujudkan senergitas antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah dalam penanganan darurat bencana. Selain itu, workshop ini juga untuk memperjelas peran dan tanggung jawab antar instansi dalam penanggulangan bencana.
 
“Setelah Workshop dan formalisasi dokumen selesai, nanti akan adakan uji lapangan yang melibatkan 400 orang di Kecamatan Banjar. Uji lapangan ini bertujuan untuk mengajarkan kepada masyarakat hal-hal yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana alam,” ungkap Made Subur. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4446120966889411484

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item