YKI Bali Canangkan Bulan Oktober Bebas Kanker Serviks dan Payudara

Kanker menjadi penyebab kematian nomor dua baik di Indonesia maupun di dunia. Kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan jenis ka...


Kanker menjadi penyebab kematian nomor dua baik di Indonesia maupun di dunia. Kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak dijumpai di Indonesia. Hal ini terungkap saat pembukaan Gerakan Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara Tahun 2017 oleh Gubernur Bali diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan dihadiri Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Bali, Ny Ayu Pastika bertempat di Ruang Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Senin (9/10).

Gubernur Bali dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengatakan meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi saat ini. Terjadi pergeseran pola penyakit dalam masyarakat yang diakibatkan adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadikan PTM sebagai penyebab kematian terbesar melebihi penyakit menular, dimana penyakit kanker salah satu PTM yang memiliki kecenderungan semakin meningkat.

Diperkirakan terdapat 7 juta kematian setiap tahun dan lebih dari 50 persen berasal dari negara berkembang (UICC, 2007). Dalam kurun waktu 20 tahun, angka kematian akibat kanker setiap tahun meningkat dari sekitar 6 juta menjadi 10 juta. Di Provinsi Bali tahun 2016 sebanyak 3,18 persen ibu-ibu usia 30-50 tahun melakukan deteksi dini kanker serviks dengan IVA dan kanker payudara (sadanis). Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 5,4 persen IVA positif, dan 1,87 kasus dengan benjolan/tumor pada payudara, diperkirakan masih banyak penderita kanker, terutama pada stadium dini yang belum terdeteksi.

Ny Ayu Pastika menjelaskan Gerakan Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara Tahun 2017 ini merupakan salah satu program YKI Pusat yang diprakarsai oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Dengan dicanangkannya Bulan Oktober Bebas Kanker Serviks dan Payudara diharapkan gerakan ini dapat menurunkan angka kematian pada ibu-ibu salah satu upaya yang perlu dilakukan bersama yaitu dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kanker, serta mendorong lintas sektor lainya serta individu juga masyarakat untuk berperan dalam mencegah kanker terutama kanker leher rahim dan kanker payudara.

Pencanangan ini juga dirangkaikan dengan pembinaan kepada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa/Kelurahan Binaan Tahun 2017 di Kabupaten Klungkung dan kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny Ayu Pastika didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny Ayu Suwirta meninjau pelayanan pemeriksaan kanker serviks dan payudara di Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Klungkung I.

Berita Terkait

Breaking News 7478645265843792833

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item