Sebarkan Info Salah, Polisi Panggil Pemilik Akun Info Singaraja

Buleleng, Dewata News. Com —  Tim penyidik Unit Reskrim Polsek Singaraja, memanggil pemilik akun  Info Singaraja , Made Indrawan Bayu P...


Buleleng, Dewata News. Com — Tim penyidik Unit Reskrim Polsek Singaraja, memanggil pemilik akun Info Singaraja, Made Indrawan Bayu Putra (21) untuk didengarkan keterangannya terkait dengan informasi salah yang disebarkan melalui akun facebook dan istagram, terkait dengan insiden yang menewaskan Gede Sudiarta alias Botak (31), di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng.
 
Akun Info Singaraja telah memposting informasi di sosial media facebook dan istagram, yang menyebutkan bila Botak tewas akibat terkena pisau taji yang dibawanya sendiri setelah pulang dari menonton tajen, namun kenyataan yang terjadi Botak tewas akibat dibunuh oleh rekannya sendiri, yang bernama Ketut Mahardika alias Klet (50) dan informasi yang disebarkan tidak terbukti kebenarannya
 
Akibat postingan yang dilakukan itu menyebabkan persepsi yang berbeda di masyarakat, sehingga memberikan imbas bagi Polisi saat melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.
 
“Berita yang disebarkan tidak benar, itu sudah jelas salah, saya panggil dan sudah meminta maaf. Dia menyebarkan informasi, namun dia sendiri tidak tahu kebenarannya yang terjadi dilapangan, ini juga memberikan opini pada masyarakat terkait kebenaran sebuah informasi atau berita,” kata  Kapolsek Singaraja, Kompol Anak Agung.. Wiranata Kusumal, Jumat (06/10).
 
Menurut Kapolsek Agus Wiranata Kusuma, untuk sementara hanya memberikan sanksi teguran kepada pemilik akun Info Singaraja yang kerap menyebarkan informasi tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
 
“Karena dia mengaku tidak paham, sehingga kami hanya memberikan sanski teguran dulu. Ini pelajaran bagi dia agar tidak kembali melakukan tindakan yang sama. Kalau mucul lagi berita yang sama, kami tidak toleran lagi dan kami akan proses betul,” tegas Agung Wiranata Kusuma.
 
Kapolsek Singaraja  Agung Wiranata Kusuma juga memberikan himbauan kepada masyarakat pengguna media sosial, agar lebih cermat untuk menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
 
“Jempol mu adalah harimau mu. Jangan gampang membagikan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Ini bahaya, termasuk Hoax ini. Jangan segampang apa yang dia lihat dan dia dengarkan saja. Tapi harus seusuai dengan fakta yang bisa dia buktikan,” imbuhnya.
 
Pemilik akun Info Singaraja Indrawan Bayu Putra didampingi orang tuanya, Made Mertayasa mengaku bila informasi yang dia posting selama ini di media sosial hanya mengandalkan asumsi dari masyarakat. Dia sendiri pun mengakui, bila dirinya tidak paham betul dengan etika jurnalis.
 
“Latar belakang kenapa kami memberikan berita yang salah, itu karena kami hanya ingin menolong bukan menyebar berita hoax. Sehingga itu membuat keresahan dari berbagai pihak baik kepolisian ataupun keluarga korban. Kami minta maaf sebesar-besarnya karena kami tidak tau tentang etika jurnalis maupun tentang kejadian yg sebenanya,” ungkap Indrawan. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1362644906410741113

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item