Rakordikpora Digelar Dukung Penyusunan RPJMD Buleleng 2018-2022

Buleleng, Dewata News. Com —  Selain sebagai ajang evaluasi    capaian pelaksanaan program dan kegiatan prioritas tahun 2013-2017, Rapa...


Buleleng, Dewata News. Com — Selain sebagai ajang evaluasi  capaian pelaksanaan program dan kegiatan prioritas tahun 2013-2017, Rapar Koordinasi Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Rakodikpora) Kabupaten Buleleng tahun 2017 juga menyusun operencanaan Dikpora dalam rangka penyusunan rencana strategis Disdikpora Kabupaten Buleleng tahun 2018-2022 guna mendukung Penyusunan RPKMD Kabupaten Buleleng tahun 2018-2022.
 
”Dua bulan yang lalu, tepaytnya pada tanggal 27 Agustus 2017 bapak Putu Agus Suradnyana, ST bersama bapak dr.I Nyoman Sutjidra, Sp.OG kembali diambil sumpah jabatan dan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng kedua kalinya untuk periode 2017-2022. Sejak saat itu kami kembali menyusun perencanaan pembangunan untuk lima tahun kedepan,”  kata Asisten I Setda Buleleng Made Arya Sukerta membacakan sambutan tertulis Bupati Buleleng sesaat membuka pelaksanaan Rakordikpora Kabupaten Buleleng tahun 2017 di Gedung Mr.I Gusti Ketut Poeja, kawsan eks Pelabuhan Buleleng, Selasa (10/10.
 
Menurut Bupati Putu Agus Suradnyana, pelaksanaan pembangunan yang tertian dalam RPJMD 2013-2017, khususnya bidang pendidikan secara berkesinambungan telah menjawab visi dan misi pembanguan bidang pendidikan, yaitu meningkatkan eksesbilitas dan kualitas pendidikan di Kabupaten Buleleng.
 
Bidang pendidikan, lanjut Bupati yang lebih akrab disapa PAS ini, memiliki posisi yang sangat strategis sebagai daya dukung dalam rangka ketuntasan capaian kinerja Pemkab Buleleng. ”Sesuai amanat Perda No.13 tahun 2016 yang merupakan implementasi UU No.23 tahun 2014, urusan pendidikan di Kabupaten Buleleng menjadi satu atap dengan urusan Kepemudaan dan Olahraga. Kondisi ini mengantarkan, bahwa bidang pendidikan harus selaran dalam pembangunan kepemudaan dan keolahragaan, ” ujar Bupati PAS.
 
Bupati PAS juga memaparkan visi dan misi periode kedua duet kepemimpinan, dengan visi pembanguan ”terwujudnya masyarakat Buleleng yang mandiri, sejahtera danberdaya saing berlandaskan Tri Hita Karana” yang harus diwujudkan dalam pembangunan 5 tahun mendatang. ”Sebagai upaya pencapaiannya itu,pembangunan bidang pendidikan, pemuda danolahraga harus mampu menjawab salah satu misi pembangunan, yaitu Meningkatkan sumber daya manusia yang professional, berbudaya dan berintegritas”, tegas Bupati PAS.
 
Karena itu, buapti memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Rakordikpora ini merupakan salah satu wujud koordinasi dan komunikasi efektif, baik intern maupun antar stake holder dalam rangka menyusun perencanaan dikpora guna mempercepat kemajuan bidang dikpora di Buleleng. ”Secara khusus saya berharap kepada Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Buleleng beserta jajarannya agar segera menindaklanjuti Peraturan Presiden No.87 Tahun 2017 tentang Penguatan POendidikan Karakter,” kata Bupati Pas berharap.
Rakordikpora Kabupaten Buleleng Tahun 2017 dengan tema ”Bersama membangun pendidikan, kepemudaan dan keolahragaan yang merata, berkeadilan dan berkualitas di Kabupaten Buleleng, sebagai dilaporkan Kadisdikpora Drs.Gede Suyasa,M.Pd berlangsung selama dua hari, hingga harui Rabu (11/10).
 
Suyasa berharap Rakordipora ini berhasil menginvetarisir permasalahan yang ada, lanjut kemudian menemukan formula atau langkah dan strategi yang tepat sebagai dasar-dasar menentukan arahdan kebijakan pembangunan pendidikan, pemuda dan olahraga pada tahun-tahun mendatang.
 
Ketika dikonfirmasi capaian pelaksanaan program dan kegiatan prioritas tahun 2013-2017, dijelaskan Kadisdikpora Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa secara makro cukup bagus, namun yang perlu adalah inovasi-inovasi program, seperti drop out agar lebih intens lagi yang sasarannya di sekolah dasar, kendati jumlah yang akan diurus nampaknya makin tahun makin kecil.
 
”Siswa drop out yang tidak melanjutkan sekolah ke SMP kurang dari 100 orang dan hampir 50 persen sudah tertatangani, karena sisanya ada yang sudah bekerja keluar daerah, dan bahkan ada yang sama sekali tidak mau melanjutkan sekolah,” imbuhnya.
 
Terkait keberadaan guru SD khususnya, menurut Suyasa, masih memenuhi ratio, baik guru PNS, kontrak mauopun guru honorer pengabdian. ”Tapi kalau mendasar dengan guru yang PNS saja, ya luar biasa Buleleng kekurangan tenaga guru,” jelas Suyasa. (DN ~ TiR)

Berita Terkait

Kabar Buleleng 3625664247232171129

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item