Gamelan Angklung Kebyar Jangan Sampai Tinggalkan ”Pakem”

Oleh : Made Tirthayasa Gamelan Angklung Kebyar sebagai salah satu warisan seni budaya Bali yang merupakan salah satu kesenian unggu...


Oleh : Made Tirthayasa

Gamelan Angklung Kebyar sebagai salah satu warisan seni budaya Bali yang merupakan salah satu kesenian unggulan di Kabupaten Buleleng yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Bahkan, gamelan Angklung Kebyar ini keberadaannya sudah menjadi Angklung ciri khas Kabupaten Buleleng.

Di era belakangan ini, gamelan Angklung mengalami perubahan,  yang bukan  saja dari bentuk fisik intrumentasi, tetapi juga terjadi perkembangan fungsi di dalam konteks kehidupan sosial masyarakat di Bali.

Dan saat ini gamelan Angklung telah diangkat untuk ajang sebuah kreativitas, lahan seni artistic bagi seniman-seniman kreatif dengan tampil sebagai Angklung Kebyar dengan kreativitas seni modern. Apalagi Angklung Kebyar kini sering di-paradekan atau bahkan dilombakan dalam bergengsi, seperti Pesta Kesenian Bali.

Dengan mengacu dari perkembangan ke arah perubahan tersebut, ternyata menjadi suatu pertimbangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng yang dipimpin Drs.Putu Tastra Wijaya,MM untuk memberi motivasi dan doronganterhadap Angklung Kebyar Kabupaten Buleleng melalui program kegiatan Utsawa Merdangga Angklung Kebyar Kabupaten Buleleng Tahun 2017.

Bahkan, sebagai langkah menuju proses pelaksanaan Utsawa Merdangga Angklung Kebyar Kabupaten Buleleng Tahun 2017, pihak Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng melalui Tim Pembina Kabupaten Buleleng telah melakukan tahapan pembinaan, sejak tanggal 2 Oktober hingga 16 Oktober 2017, sehingga sangat layak disaikan kepada penonton.

”Pelaksanaan Utsawa Merdangga Angklung Kebyar Kabupaten Buleleng Tahun 2017 seiring dengan perkembangan jaman yang semakin mengglobal,” kata Putu Tastra Wijaya.
Sementara pelaksanaan Utsawa Merdangga Angklung Kebyar Kabupaten Buleleng Tahun 2017 telah diselenggarakan di panggung terbuka Eks Pelabuhan Buleleng, mulai 23 Oktober sampai 27 Oktober 2017.

Gelaran Utsawa Merdangga Angklung Kebyar Kabupaten Buleleng Tahun 2017, menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Putu Tastra Wijaya, untuk memberikan ruang pembinaan yang lebih terarah, sehingga nantinya keberadaan Angklung Kebyar di Kabupaten Buleleng dimaksud dapat memiliki keterampilan dan kemampuan serta pembinaan terhadap seni Angklung Kebyar.

Selain itu, untuk menggairahkan keberadaan Angklung Kebyar, khususnya pada generasi muda, maka Tastra Wijaya menilai, pelaksanaan Utsawa Merdangga Angklung Kebyar ini dipandang perlu untuk digelar agar kebradaannya tetap eksis di masyarakat?

Sebagai penulis yang pernah bergelut dalam Sekaa Angklung di era Orde Lama, sejatinya gamelan Angklung memiliki visi misi untuk mengiringi upacara Pitra Yadnya maupun Manusia Yadnya, dengan mengedepankan tabuh pa-angklungan klasik.

Jika di era belakangan ini sudah gamelan Angklung mengalami perubahan didalam konteks kehidupan sosial masyarakat, hendaknya jangan sampai meninggalkan ”pakem” sebagai gamelan angklung.

Memang, antusias masyarakat pendukung dan peminat seni Angklung Kebyar akan tumpah ruah bila ada pertunjukan angklung, apalagi tampil ”mebarung” mengiringi tari lepas yang diiringi Angklung Kebyar, seperti yang dapat disaksikan selama berlangsung Utsawa Merdangga Angklung Kebyar di panggung terbuka eks Pelabuhan Buleleng.

Dengan penampilan seperti itu, bahwa Angklung Kebyar sudah meninggalkan ”pakem” mengambil alih visi misi Gong Kebyar yang juga cikal bakal tumbuh dan berkembang di Bali Utara. Akan lebih berkualitas jika Utsawa Merdangga Gong Kebyar lebih ditingkatkan.

Kendati memang, baik dalam Tim Pembina maupun Tim Juri dalam pelaksanaan Utsawa Merdangga Angklung Kebyar Kabupaten Buleleng Tahun 2017 ini ada pakar-pakar seni budaya, seperti budayawan I Gede Maryana yang juga Ketua Listibya Kabupaten Buleleng, dan juga yang lainnya, Nyoman Arcana,SST, M.Pd, Drs. AA.Gede Ngurah Agung Pemayun,M.Si maupun I Made Pasca Wirsutha,S.Sn, I Made Ranten, S.Pd serta pakar seni yang memiliki gelar kesarjanaan seni, tapi toch pelaksanaan Utsawa Merdangga Angklung Kebyar menjadi program proyek Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng. 

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para pakar seni budaya tersebut, berharap Angklung Kebyar tetap dibina untuk tetap eksis keberadaannya sesuai visi misi awal. Astungkara.—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4701091835134077849

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item