Delapan Daya Tarik Wisata (DTW) di Buleleng Naikkan Tarif Masuk

Buleleng, Dewata News. Com — Delapan daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Buleleng per tanggal 1 Oktober 2017 menerapkan tarif masuk ba...


Buleleng, Dewata News. Com —Delapan daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Buleleng per tanggal 1 Oktober 2017 menerapkan tarif masuk bagi pengunjung, karena memandang suku bunga yang terus meningkat dan pembenahan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki DTW saat ini. Sehingga, kenaikan tarif itu sesuai kebijakan pengelola DTW bersama Pemkab Buleleng, menyusul kenaikan biaya operasional dan juga memenuhan fasilitas penunjang objeknya.
 
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna membenarkan adanya kenaikan tarif pada delapan DTW itu. Menurut Sutrisna, kenaikan tarif tersebut sesuai Peraturan Bupati Buleleng Nomor 59 Tahun 2017. ”Kenaikan tarif berkisar 75-100 persen itu diputuskan bersama oleh pengelola DTW dan juga Pemkab Buleleng,” kata Kadis Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna di Singaraja, Jumat (27/10).
 
Sutrisna juga menjelaskan, rencana kenaikan tarif tersebut sudah disosialisasikan kepada wisatawan yang berkunjung sejak enam bulan lalu melalui penempelan pengumuman tertulis.
 
”Landasan kenaikan tarif ini didasari DTW yang bersangkutan dalam kurun waktu yang sudah lama belum menaikkan tarif. Kenaikan disesuaikan dengan biaya operasional saat semakin tinggi,” jelas dia.
 
Delapan DTW yang menaikkan tariff, yakni Air Panas Banjar, Air Sanih, Air Terjun Bertingkat, Gitgit, Air Terjun Campuhan Gitgit, Air Terjun Gitgit, Air Terjun Les, Air Terjun Sekumpul dan Air Terjun Melanting.
 
Dari hasil rembuk bersama pengelola dan Pemkab Buleleng,  disepakati rata-rata DTW yang sebelumnya memasng tarif masuk Rp 3.000 – Rp 10.000 naik menjadi Rp5.000 – Rp20.000. Tarif tersebut berlaku untuk seluruh wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
 
Kenaikan tariff tersebut, menurut Sutrisna, masih sangat wajar jika dibandingkan dengan tarif masuk objek wisata lain di Bali. Bahkan tarif baru tersebut tergolong sangat murah dan masih dapat dijangkau oleh wisatawan. Hal tersebut juga tidak menjadi kekhawatiran terjadinya penurunan jumlah wisatawan ke Buleleng.
 
“Buleleng dengan kenaikan tarif segitu masih sangat kecil jika dibandingkan dengan DTW lain. Contohnya, Air Panas Banjar, kalau air panas di Kintamani, Bangli, sudah ratusan ribu tarifnya,” kata dia.
 
Pihaknya menyakinkan bahwa kenaikan tarif di delapan DTW tersebut sesuai dengan fasilitas yang dimiliki. Dana dari kenaikan tarif tersebut akan dipakai kembali untuk biaya pemeliharaan dan perbaikan fasilitas. Sehingga wisatawan lebih nyaman untuk menikmati keindahan DTW. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1511698781886079681

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item