Target APK PAUD di Buleleng Ditingkatkan Jadi 80 Persen Pada Tahun 2018

Buleleng, Dewata News. Com —   Semangat masyarakat Buleleng untuk mengirim putra-putrinya mengenyam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se...


Buleleng, Dewata News. Com — Semangat masyarakat Buleleng untuk mengirim putra-putrinya mengenyam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semakin meningkat. Ini terlihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Kabupaten Buleleng yang mencapai 75,07 persen. APK ini meningkat dari tahun 2016 yang mencapai 74,51 persen.
 
Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Suradnyana saat ditemui usai Penilaian Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi Tingkat Provinsi Bali tahun 2017 yang diselenggarakan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Senin (18/09).
 
Bunda PAUD yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng ini menjelaskan, APK yang mencapai 75,07 persen tersebut sudah memenuhi target nasional. Hal ini dikarenakan berbagai usaha yang telah dilakukan untuk mempermudah akses PAUD ini. Salah satunya adalah satu desa, satu PAUD.
 
Hal tersebut, menurut Ny.Aries Suradnyana, sudah dicapai dimana semua desa atau kelurahan sudah terdapat minimal satu PAUD. Pelibatan pihak swasta juga sudah maksimal dengan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR). “APK kami sudah memenuhi target nasional sebesar 75 persen. Itu dikarenakan usaha kita untuk mempermudah akses PAUD dengan satu desa satu PAUD,” jelas Ny. Aries Suradnyana.
 
Istri Bupati Buleleng ini menambahkan, untuk target APK mencapai 80 persen pada tahun 2018. Target tersebut berani dipasang, karena pada saat Penganugerahan Bunda PAUD tingkat Nasional di Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga bersama Bupati Buleleng dan Sembilan Bunda PAUD se-Buleleng dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). MoU tersebut berisi tentang kewajiban anak-anak sebelum memasuki SD untuk memasuki PAUD minimal satu tahun.
 
“Kami berani pasang target 80 persen karena kita sudah menandatangani MoU dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mewajibkan minimal satu tahun PAUD sebelum SD,” imbuh Ny. Aries Suradnyana.
 
Untuk keberadaan PAUD ke depan, Ny. Arie Suradnyana mengungkapkan telah mempersiapkan berbagai hal. Salah satunya adalah menginstruksikan para kepala desa untuk mengalokasikan dana desa guna menunjang keberadaan PAUD. Kerjasama juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan untuk keberadaan PAUD. “Salah satu langkah kita adalah meningkatkan status PAUD di desa menjadi PAUD negeri. Sampai saat ini kita di Buleleng sudah mempunyai 25 PAUD negeri,” tutupnya.
 
Sementara itu, Bunda PAUD Buleleng juga dinilai dalam rangka Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi Tingkat Provinsi Bali tahun 2017. Penilaian ini ditujukan kepada Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Suradnyana mengenai perkembangan PAUD di Kabupaten Buleleng. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 6599088986101723904

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item