Presiden Jokowi Turun Langsung Cek Kondisi Pengungsi Gunung Agung

Karangasem, Dewata News. Com -  Peningkatan aktivitas Gunung Agung saat ini, tidak hanya menjadi perhatian nasional. Bali yang merupaka...


Karangasem, Dewata News. Com - Peningkatan aktivitas Gunung Agung saat ini, tidak hanya menjadi perhatian nasional. Bali yang merupakan destinasi wisata telah menjadi perhatian dunia internasional. Terbukti beberapa negara telah menanyakan upaya Indonesia terkait penanganan darurat aktivitas Gunung Agung.

Sejak dikeluarkannya status siaga hingga awas oleh PVMBG pada 22 September 2017 lalu, masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 9 – 12 km dari puncak kawah. Data pengungsi hingga hari sebanyak 75.673 jiwa yang telah tersebar 377 titik di 9 Kabupaten. Karangasem 93 titik (21.157), Klungkung 162 titik (11.494 jiwa), Badung 9 titik (328 jiwa), Bangli 29 titik (4.690), Buleleng 24 titik (8.518 jiwa), Kota Denpasar 27 titik (1.439 jiwa), Gianyar 12 titik (137 jiwa), Jembrana 4 titk (82 jiwa) dan Tabanan 17 titik (695 jiwa), proses evakuasi masyarakat pengungsi yang dipimpin oleh Kantor SAR Bali. Jumlah pengungsi yang terus bertambah sejak status siaga menjadi perhatian dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. 

Presiden RI Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi bersama rombongan menteri terkait  serta Gubernur Bali, pada Selasa (26/9) sore meninjau langsung 2 titik pengungsian di GOR Swacepura dan Lapangan Ulakan sekaligus mendengar penjelasan Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Incident Commander Letkol Inf. Fierman Syafirial Agustus di Posko Utama Penanganan Darurat Bencana Peningkatan Aktivitas Gunung Agung Dermaga Cruise Tanah Ampo, Karangasem. 

Bantuan untuk pengungsi terus bertambah dari K/L terkait, dunia usaha. Selain bantuan dana operasional siaga darurat sebesar Rp. 1 Milyar, BNPB juga telah mendroping kebutuhan selimut 8.840 lbr, matras 12.520 lbr, masker 640.000 dan 50 tenda pengungsi serta 5 buah unit Sirine iRADITIF Telehouse untuk Early Warning System serta alat komunikasi untuk sosialisasi dan edukasi masyarakat. Kementerian Sosial juga turut mendukung kebutuhan logistik senilai 4,77 Milyar, kendaraan operasional dan 1.100 Kidware. Proses belajar juga terus berjalan tanpa syarat dan telah didistribusikan tenda-tenda darurat, school kit, student kit dan recreational kit serta penerapan sister school oleh Kemendikbud. Kebutuhan air bersih juga telah disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan pendirian MCK serta sumur bor dilokasi pengungsi Pasar Manggis dan Lapangan Ulakan. Pelayanan kesehatan terbuka selama 24 jam serta pos kesehatan keliling didukung Kementerian Kesehatan dan jajaran Dinas Kesehatan pemda setempat, PMI Bali, PMI Karangasem dan IDI Karanganyar.

Penanganan bencana Gunung Agung ini sangat terasa peranserta dunia usaha untuk kelangsungan masyarakat dilokasi pengungsian. Bentuk dukungan dari TAGANA, IOF, Kwartir Pramuka Bali, HIPMI Peduli (Bali), Danamon Peduli, BRI Peduli, PLN Peduli, PT. Bukit Asam, BNI Singaraja, Telkom dan Telkomsel dan lainnya. Untuk efektifitas penanganan bencana, Komunikasi data dan informasi menjadi kekuatan penanggulangan bencana dengan prinsip satu data, satu informasi dan satu kendali. Potensi nasional yang terlibat dalam penanganan ini agar dapat berkoordinasi dengan Tim Pendampingan Nasional di Posko Tanah Ampo. Selain penanganan pengungsi, program prioritas saat ini adalah sosialisasi dan edukasi untuk pengurangan risiko dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. 

Berita Terkait

Breaking News 5321033215447243782

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item