Pasca Diterjang Banjir Bandang, Pura Belatung Belum Diperbaiki

Buleleng, Dewata News. Com  —    Pasca banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Gerokgak tahun 2016 lalu, dan merusak seb...


Buleleng, Dewata News. Com —  Pasca banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Gerokgak tahun 2016 lalu, dan merusak sebuah Pura Taman Belatung di Banjar Dinas Melanting, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Ternyata hingga saat ini masih belum mendapatkan penanganan serius.
 
Sejumlah warga pemedek dan pengempon pura tersebut, kini mulai mempertanyakan tahap perbaikan pura tersebut, seperti yang dijanjikan Pemkab Buleleng pasca bencana.
 
Banyak warga pemedek yang tangkil di pura tersebut untuk sembahyang, mengeluhkan kondisi pura yang lambat mendapatkan penanganan pasca bencana. Bahkan, para pemedek siap menyumbangkan bahan bangunan, agar bangunan pura secepatnya berdiri seperti sediakala.
 
”Kami selaku pengempon terpaksa minta umat agar menghubungi mantan Perbekel Banyupoh,” ujar Pemangku Pura Taman Belatung, Ida Mangku Anom, beberapa waktu lalu.
 
Pihaknya pun masih berharap, agar pihak-pihak terkait, khususnya Pemkab Buleleng bisa cepat melaksanakan rehabilitasi Pura Taman Belatung. “Tanpa mengurangi rasa hormat, saya mohon agar kawasan suci Pura Taman Belatung bisa segera direhab kembali,” imbuhnya.
 
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Banyupoh yang juga mantan Perbekel Desa Banyupoh, Putu Sukerata mengatakan, pasca banjir bandang yang menghancurkan Pura Taman Belatung setahun lalu, pihaknya sudah mengajukan usulan rehabilitasi, dengan proposal senilai Rp800 juta, yang telah diajukan ke tiga instansi pemerintah.
 
Bupati waktu itu sudah datang untuk meninjau lokasi bencana, dan langsung mengintruksikan instansi terkait, segera menganggarkan dana tanggap darurat bencana Rp300 juta. Kalau dihitung, Rp300 juta tidak cukup untuk rehabilitasi kawasan Pura,” ungkap Sukerata.
 
Terkait keinginan pemedek mendirikan kembali kawasan suci Pura Taman Belatung, lanjut Sukerata, pihaknya menolak karena saat ini pihak desa masih menunggu kepastian Pemkab Buleleng.
 
“Kami menolak, karena proposal itu yang direkomendasi PHDI. Kami tidak mau gegabah, dan sampai saat ini kami tetap setia menunggu tindaklanjut dari Pemkab Buleleng,” pungkas Sukerata. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 6865391767909599248

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item