GUBERNUR PASTIKA PERINTAHKAN SEMUA OPD PROV.BALI ALL OUT TANGANI PENGUNGSI GUNUNG AGUNG

Denpasar, Dewata News. Com -  Menyikapi naiknya status Gunung Agung mencapai level 4 atau status Awas sejak Jumat 22 September 2017, Gu...


Denpasar, Dewata News. Com - Menyikapi naiknya status Gunung Agung mencapai level 4 atau status Awas sejak Jumat 22 September 2017, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang didampingi oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengumpulkan jajaranya di rumah pribadi Gubernur di kawasan Perumahan Teras Ayung, Denpasar (24/9). Dalam arahan singkatnya sebelum bertolak ke tempat pengungsian Tanah Ampo, Karangasem, Gubernur Pastika mengingatkan kembali kepada seluruh kepala OPD tentang permasalahan pengungsi yang semakin kompleks. Menurutnya, jumlah pengungsi dari hari ke hari sudah semakin banyak, sehingga perlu penanganan yang serius dan bersifat urgent.

Pada pertemuan singkat tersbut, orang nomor satu di Bali itu mengambil beberapa keputusan penting terkait masalah penanganan para pengungsi. Ia menugaskan Sekda Prov Bali Cok Pemayun untuk melakukan pembagian tugas terhadap Kepala-kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali tentang tanggap bencana tersebut. “Siapa yang kemana dan berbuat apa harus jelas dan sesuai juga dengan tupoksi. Para Kepala OPD juga harus sigap dan bekerja secara optimal membantu para pengungsi di lapangan,” tegasnya. 

Sementara keputusan penting lainnya terkait masalah ancaman erupsi gunung Agung adalah pencairan dana bencana dari APBD Bali yang harus segera terealisasi. Menurutnya permasalahan ini sudah sangat urgent, dan masyarakat khususnya para pengungsi sangat membutuhkan, sehingga harus mendapatkan penanganan prioritas. Setelah pencairan dana terealisasi, selanjutnya Gubernur Pastika menginstruksikan agar segera menyalurkan bantuan beras untuk tanggap bencana, disusul dengan bantuan-bantuan lainnya yang diperlukan oleh para pengungsi di lapangan. “Yang penting koordinasi semua harus bagus, tentang apa saja yang diperlukan di lapangan harus dikoordinasikan dnegan baik,” tegasnya.

Di sisi lain, Pastika juga menanggapi jika selama ini penanganan pengungsi sudah berjalan cukup baik. Menurutnya setidaknya sudah terdapat sekitar 142 titik pengungsian yang menampung sekitar 34.834 pengungsi, dimana tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Untuk memperlancar pendataan dan penyaluran bantuan logistik maupun kesehatan, Pastika berharap jumalh titik pengungsian bisa dikurangi. “Jika ada jumlah pengungsi yang kurang dari 200 orang agar bisa digabung ke lokasi yang lebih besar dan terdekat yang sudah ditentukan oleh Pemerintah,” imbuhnya.

Setelah menggelar rapat singkat, rombongan Gubernur Pastika langsung bertolak ke posko utama pengungsian di Tanah Ampo, Karangasem, guna melakukan konsolidasi serta memantau jalannya pelayanan terhadap para pengungsi. Sementara di Tanah Ampo diadakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekda Prov Bali  yang dihadiri oleh Bupati Karangasem dan OPD leading Pemprov dan dan OPD Pemkab Karangasem. Sementara itu menurut pantauan Gubernur Bali tentang kondisi pengungsian di di GOR Suwecapura, Klungkung sudah tertangani dengan baik. Ia mengapresiasi koordinasi Bupati dan Pemkab Klungkung yang terjalin bagus.

Berita Terkait

Breaking News 6348502483283417460

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item