Buleleng Terbanyak Dapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/6/17

Buleleng Terbanyak Dapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya


Buleleng, Dewata News. Com —Dibandingkan dengan kabupaten/kota di Provinsi Bali, Kabupaten Buleleng merupakan daerah yang paling banyak mendapat bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (SPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Ada sebanyak 674 warga kurang mampu dari 9 desa dan kelurahan di Buleleng yang mendapatkan bantuan tersebut.

Penyerahan bantuan SPS dari PUPR tersebut secara simbolis dilakukan pada hari Rabu (06/09) di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Seririt dan Kecamatan Kubutambahan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Buleleng dr.I Nyoman Sutjidra, Sp.OG.

Penyerahan bantuan SPS untuk di Kecamatan Seririt diselenggarakan di Balai Serbaguna Desa Lokapaksa dan untuk Kecamatan Kubutambahan diselenggarakan di Lapangan Besi Mejajar, Desa Kubutambahan. Untuk kriteria penerima bantuan SPS ini, adalah warga yang kurang mampu dan hanya memiliki penghasilan kurang dari Rp2,5 juta per-bulan.

Plt.Kepala Dinas Perkimta Buleleng, Komang Surattini menjelaskan, Pemkab Buleleng mengusulkan bantuan SPS ke Pemerintah Pusat setiap tahun. Untuk tahun 2016 ada sebanyak 730 lebih warga Buleleng yang mendapatkan bantuan, dan tahun 2017 ini sebanyak 674 warga.

Masing-masing warga penerima bantuan mendapatkan dana maksimal Rp15 juta sesuai dengan kebutuhan. “Dana ini ditransfer ke rekening tabungan, jumlahnya maksimal Rp15 juta, “ ujar Komang Surattini.

Surattini menambahkan, dana bantuan tersebut tidak bisa dicairkan langsung oleh penerima bantuan, namun warga penerima bantuan harus membuat kelompok kerja untuk melakukan pembelian material bangunan. Nantinya, pihak bank yang akan membayarkan langsung material bangunan tersebut kepada penyedianya.

Di Buleleng 7.000 Rumah Tak Layak Huni
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG mengakui, alokasi  bantuan ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2017. Wabup Sutjidra memaparkan, di Buleleng masih ada sisa sekitar 7.000 rumah yang tidak layak huni yang harus diberikan bantuan stimulan seperti ini.

Wabup Sutjidra mengatakan, Pemkab Buleleng menargetkan sampai 11.300 rumah yang akan diberi bantuan, baik untuk pembangunan baru maupun untuk perbaikan.

“Mudah-mudahan ini bisa mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Buleleng. Bantuan ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kesehatan juga lebih terjamin. Dampaknya , produktifitas kerja juga akan meninggkat,” ujar Sutjidra.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Penyediaan Perumahan Priovinsi Bali, I Wayan Suardana,ST,MT mengatakan, Kabupaten Buleleng merupakan wilayah yang terbanyak mendapatkan bantuan dibandingkan dengan daerah lain di Bali.

Menurut Suardana, di Bali, ada 7 Kabupaten yang mendapatkan bantuan yang sama dari Kementerian PUPR bertujuan membangkitkan prakarsa untuk warga agar bisa menempati rumah dengan rumah layak huni.

“Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa lebih banyak warga yang mendapatkan banguan ini,” ujar Suardana.

Suardana merasa puas atas kerja sama dengan tim teknis di Pemkab Buleleng dalam menyusun dan menggali data penerima bantuan sehingga pelaksanaan pemberian bantuan ini berjalan dengan baik.

Beberapa desa di Kabupaten Buleleng yang mendapatkan BSPS Kementerian PUPR ini, yakni  Desa Bubunan sebanyak 32 KK, Desa Pangkungparuk - 83 KK, Desa Lokapaksa - 140 KK, Kelurahan Seririt - 74 KK, Desa Kubutambahan - 79 KK, Desa Tukadsumaga - 100 KK, Desa Tegallinggah - 153 KK, Desa Sambirenteng  - 24 KK, serta Desa Bungkulan sebanyak 41 KK. (DN ~ TiR)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com