Warga Desa Bengkel, Buat Inovasi Mobil dan Motor Kayu

Salah seorang warga pedesaan yang tinggalnya jauh di wilayah pegunungan bernama Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng b...


Salah seorang warga pedesaan yang tinggalnya jauh di wilayah pegunungan bernama Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng berhasil inovasi secara manual dengan merakit mobil dan motor berbahan dasar kayu.
 
Dia adalah,  I Gede Sation sosok lelaki yang kini berusia 58 tahun terbilang sukses membuat dua buah mobil dan tiga unit sepeda motor berbody kayu. Hasilnya? Cukup mengagumkan. Satu unit mobil jenis Jimy Kotak dengan bodi kayu jati dan satu unit mobil lainnya, jenis Sebra berbahan bodi kayu teeptelah dihasilkan. Selain itu tigaunit sepeda motor juga di”sulap”, baik  jenis RX, Beat dan Vario dengan bahan kayu serta batok kelapa.
 
Bagaimana Sation memodifikasi mobil dan motor bebahan dasar kayu?
Modifikasi Motor jenis RX
Ayah dua anak ini memang hobi dengan barang-barang berbahan dasar kayu. Hampir seluruh peralatan rumah tangganya berbahan dasar kayu. Bukan hanya kayu biasa tapi juga kayu yang telah dimodifikasi. Pintu kamar misalnya, tidak berbahan dasar papan tapi berasal dari potongan-potongan kayu yang dirakit. Sation lebih memilih tidur pada sebuah gubuk dari papan.
 
Sekitar tahun 2012 lalu Sation mencoba memodifikasi sepeda motor jenis RX.. Seluruh body motor dilepas dan diganti dengan kayu. Bukan hanya itu, beberapa bagian dibuat variatif menjurus antik seperti knalpot dengan bentuk yang melonjak diatas sadel yang berbahan dasar kayu.
 
Setelah sukses membuat modifikasi tersebut, pria yang sempat kuliah di bagian ekonomi Malang berkeinginan untuk memodifikasi mobil hingga cita-citanya terwujud dengan membeli mobil jenis Sebra.  Mobil bekas yang dibelinya seharga Rp4 juta itu dimodifikasi menggunakan kayu Terap atau tarap yang di Bali dikenal dengan istilah kayu Teep.
 

Keinginan untuk dapat merampungkan modifikasi itu sangat kuat. Siang malam pemilik sejumlah hotel di Singaraja dan Surabaya itu bekerja untuk memenuhi niatnya menghasilkan mobil kayu. Mengerjakannya pun hanya seorang diri. Sebab, Sation mengaku tidak ada yang bisa mengikuti irama kerjanya.
 
”Saat ada insiprasi saya bangun dan sudah bekerja mulai  jam 02.00 dinihari. Terkadang juga kalau lagi mumet bisa libur seminggu. Ini tidak ada ikatan. Hanya mengisi hoby saja,”ungkapnya.
 
Ia mengkui, bahwa tingkat kesulitan memodifikasi motor dan mobil berbahan dasar kayu adalah pada lekukan dan penutup bagian mesin. Alhasil niatnya terwujud dan mobil tersebut bisa dioperasikan. Selanjutnya, Gede Sation menggarap modifikasi sebuah mobil jenis Jimy kotak.
 
Mobil berbahan dasar kayu jati itu digarap sejak dua bulan lebih dan berhasil rampung. Menurut Sation, bahwa bahan dasar kayu jati lokal yang dihabiskan mencapai satu kubik lebih dengan harga hampir Rp8 juta. Sedangkan lem, baut dan kebutuhan lainnya, menurut  penghobi binatang ini tidak bisa dihitung. Sepintas tampak mobil tersebut seperti bukan mobil kayu. Apalagi kayu tersebut tidak dicat sebagaimana layaknya mobil biasa. Sation hanya menggunakan vernis untuk mengkilatkan kayu jati tersebut.
 
Bentuknya Lucu
Sukses memodifikasi sepeda motor dan mobil, pria yang sempat bersekolah di SMP Negeri 2 Singaraja mulai meningkatkan obsesinya untuk memodifikasi sepeda motor terkini. Dibelinya sepeda motor jenis matik.
 
Sama dengan cara kerjanya yang pertama, seluruh body sepeda motor dilepas dan diganti dengan bahan dasar kayu. Hanya saja, satu motor jenis matik dibuat berbahan dasar batok kelapa, dan yang satunya berbahan dasar kayu jati. Bentuknyapun lebih variatif dan lucu.
 
Contohnya, pada bagian kepala sepeda motor terdapat topeng atau patung kepala mirip kerbau, atau sapi bertuliskan demen pade len (kesenangan berbeda satu dengan yang lain). Bentuk lainnya, yakni modifikasi pada bagian jok yang diisi variasi seperti orang berboncengan. Hanya saja tanpa body hanya menyisakan kaki lengkap dengan celana jeans. Sehingga akan terlihat mirip seperti orang yang sedang berboncengan.
 
Pemasangan sejenis patung ini akan berpengaruh pada saat membuka tangki. Dimana pengendara harus mengangkat kedua kaki patung tersebut untuk bisa membuka jok sepeda motor. Pada bagian kunci diisi kayu dengan bentuk alat kelamin pria. Sementara pada bagian klakson, Gede Sation mengisinya dcngan suara kuda yang sedang meringik atau rekaman suara sapi, bahkan suara lonceng miruip bel dokar. Saat ditanya kenapa harus dibuat lucu? Pria yang sempat menjadi pengawas LPD di kabupaten Badung ini mengaku hanya iseng saja.
 
Bahkan, dirinya punya cerita lucu. Pada suatu ketika, kenang Sation akan cerita lucunya itu. Dirinya sedang mengendarai motor dan berhenti pada sebuah tempat. Saat itu seseorang mendekatinya sambil tertawa terpingkal-pingkal, karena melihat body motor lucu tersebut. Seseorang yang diketahui sebagai karyawan LPD itu mengaku sakit kepala yang dideritanya langsung hilang saat melihat motor tersebut. Berbeda pada motor variasi pada mobil tidaklah selucu  variasi pada mobil umumnya.
 
Pada bagian mobil, Gede Sation menempatkan meja bulat diatas bak mesin dan mangisi variasi berupa kursi keliling. ”Jika mobil ini berhenti dapat dimanfaatkan sebagai tempat minum kopi bersama,” jelasnya.
 
PAS-Sutji Sempat Kampanye Pilkada 2012 dengan Mobil Kayu
Bertepatan dengan tahapan kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng tahun 2012, lima tahun silam, Gede Sation memodifikasi mobil sebra. Saat mencoba mobil hasil modifikasinya tersebut  di Desa Bengkel dan sekitarnya, banyak warga memintanya berhenti dan melihat hasil karyanya.
 
Saat bersamaan, paket PAS~Sutjidra sedang melintas bersama pendukungnya. Jadilah mobil itu digunakan untuk berkampanye oleh Paket Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra di seputaran desa. ”Pak  Sutjidra yang nyetir mobil tersebut. Padahal bodinya baru setengah jadi,” jelasnya.
 
Pada saat itu, Sation yang berdomisili di Dusun Bukit Telu, Desa Bengkel mengaku berkaul jika kelak Paket PAS~Sutji menang pada Pilkada 2012 dirinya akan  membawa mobil hasil mofidikasinya ke rumah jabatan bupati. Namun sayang hingga kini kaulnya belum terbayar.
 
Sementara mobil dan motor hasil karyanya hanya digunakan untuk pribadi. Ia mengakui,  sejumlah penawaran  dari calon pembeli motor dan mobil hasil karyanya mulai mengalir. Untuk Beat Kayu yang disingkat Bika sempat muncul penawaran sebesar Rp27 juta. “Saya akan jual jika penawaran mencapai Rp30 juta. Sedangkan Mobil Kayu disingkat Moka hasil karyanya akan dilego dengan harga Rp100 juta.  Made Tirthayasa.—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4345868386127899193

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item