Wagub Sudikerta Ajak Masyarakat Cinta Berkain Nusantara - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

8/14/17

Wagub Sudikerta Ajak Masyarakat Cinta Berkain Nusantara



Badung, Dewata News. Com - Kain Nusantara merupakan warisan budaya leluhur yang memberikan torehan motif dan warna indah pada kain tradisional seperti halnya Endek Bali, batik, songket, tenun serta kain khas lainnya. Keberadaan kain tersebut saat ini sudah mulai terpinggirkan atau ditinggalkan dengan hadirnya kain-kain dari luar negeri. Untuk melestarikan warisan tersebut, diharapkan peran semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam menjaganya agar tidak terus ditinggalkan. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam sambutannya pada Gala Dinner serangkaian HUT ke-1 Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Provinsi Bali yang dilaksanakan pada Minggu (13/8) malam di Ayodya Resort, Nusa Dua, Badung.

"Perkembangan pariwisata Bali telah menumbuhkembangkan aspek kebudayaan, kesenian dan tradisi. Namun hal tersebut seakan menimbulkan polemik tersendiri dengan munculnya kebudayaan-kebudayaan serta style dengan gaya hidup baru yang masuk dari budaya barat. Masyarakat kita seakan ikut larut dalam pergaulan dunia internasional tersebut, tidak terkecuali dalam penggunaan busana. Sehingga kain-kain Nusantara kini mulai terpinggirkan atau sudah mulai ditinggakkan,"ujar Sudikerta.

Melihat kondisi tersebut, kehadiran KCBI sebagai suatu organisasi yang turut melestarikan budaya yang selama ini menunjang sektor pariwisata Bali turut berkomitmen melestarikan kain tradisional nusantara salah satunya endek Bali yang merupakan warisan budaya leluhur memberi torehan motif dan warna indah pada kain tradisional di samping kain batik yang memang merupakan budaya nasional kita, serta songket tenun dan kain khas Bali lainnya.

"Saya berharap organisasi ini membawa suasana baru bagi wanita-wanita Bali khususnya, bahwa wanita Bali dapat kembali terbiasa menggunakan kain nusantara sebagai busana keseharian yang sederhana, rapi, serasi dan tetap beretika sehingga potensi ekonomi dari pelestarian dan pemanfaatan kain tradisional Bali akan semakin mendorong pengusaha pengrajin dan desainer kian kreatif, inovatif dan produktif. Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk Cinta dan menggunakan kain nusantara khususnya endek Bali, "jelasnya.

Ditambahkan Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi Ny. Dayu Sudikerta, disamping melestarikan produk, KCBI juga diharapkan fokus pada upaya untuk menghidupkan tradisi masyarakat untuk menggunakan busana tradisional yang sederhana, rapi, serasi dan beretika. Selain untuk digunakan sehari-hari, keberadaan busana kain tradisional dapat bersaing secara ekonomis di pasar lokal, nasional atau bahkan di pasar global. Hal ini tentunya akan membawa hal positif untuk mendorong para pengusaha, pengrajin, dan designer semakin kreatif, inovatif dan produktif yang pada akhirnya dapat mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat. "Dengan partisipasi seluruh masyarakat, Saya yakin kita semua akan dapat meningkatkan eksistensi budaya tradisional khususnya kain tradisional Bali, dalam era global saat ini,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KCBI Provindi Bali Mayke Boestami Anderson dalam laporannya mengatakan KCBI memiliki Visi yakni Terwujudnya Perempuan Indonesia yang memiliki jati diri Indonesia dengan berbusana berkain/bersarung Nusantara menjadikan pakaian keseharian nya. Untuk itu KCBI akan terus mesosialisasikan busana berkain Nusantara sebagai busana/pakaian keseharian perempuan Indonesia. "Selain itu juga melestarikan budaya busana daerah dengan kearifan lokalnya serta membangkitkan kesadaran, menumbuhkan kebanggan perempuan Indonesia akan corak budaya bangsa,"ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum KCBI Sita Hanimastuti Agustanzil yang mengatakan KCBI bertugas membantu pemerintah menjaga harkat martabat bangsa dengan ikut melestarikan warisan budaya bangsa tetap terjaga dengan kuat dan terhormat yang akan diwariskan ke generasi kita berikutnya. Selain itu juga mengangkat kembali gaya berbusana warisan leluhur kita dengan membiasakan diri mengekanan busana berkain keseharian nya dalam berbagai kegiatan.

"Kita ingin membiasakan menggunakan kain, tentu harus disesuaikan juga dengan gaya dan jenis bahan dengan kebutuhan kepentingan tempat dan kenyamanan memakainya yang disesuaikan dengan kemajuan dunia terutama dalam hal Fashion,"ungkapnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com