BIBU Panji Sakti Gelar Upacara Pekelem di Perairan Laut Kubutambahan

Buleleng, Dewata News.com —    PT BIBU Panji Sakti mewujudkan niatnya menggelar upacara pekelem di perairan laut Kubutambahan, Buleleng...


Buleleng, Dewata News.com —  PT BIBU Panji Sakti mewujudkan niatnya menggelar upacara pekelem di perairan laut Kubutambahan, Buleleng, Bali sebagai awal proses rencana pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB) apabila pihaknya nantinya mendapat kepercayaan sebagai pelaksanaan proyek trilinan rupiah itu dari Kementerian Perhubungan RI.

Pada upacara pekelem yang diselenggarakan pada hari Senin (28/08) itu dihadiri Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, dan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama serta sejumlah anggoa DPRD Buleleng seperti Nyoman Gede Wandira Adi dan Putu Tirtha Adnyana. Hadir juga Kelian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea dan jajarannya.
 

Terkait dengan pelaksanaan upacara ritual pekelem yang digelar PT BIBU Panji Sakti itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut positip karena acara tersebut dan siapapun yang akan melaksanakan proyek pembangunan di daerah Bali tidak boleh keluar dari Tri Hita Karana.
 
”Silakan saja melaksanakan upacara tersebut mohon kepada Tuhan supaya diberikan jalan yang lurus dan lancar, itu maksudnya. Karena harus dipahami siapapun yang akan melaksanakan pryek pembangunan tidak lepas dari Tri Hita Karana. Pembangunan proyek BIB itu pasti ada di Bali Utara, tetapi siapa dan kapan start-nya belum tahu. Sedang dipelajari di Kementrian Perhubungan RI,” kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Buleleng di Denpasar, Minggu (27/08) kemarin.
 
Menurut Gubernur Pastika, pembangunan proyek BIB itu pasti di Bali Utara, karena pada RTRW Provinsi Bali Tahun 2009 sudah ada itu. ”Cuma, kapan, dan siapa akan membangun proyek BIB itu tanpa menggunakan anggaran APBN, karena pemerintah pusat lebih memprioritaskan daerah-daerah pinggir. Sesuai dengan Nawa Cita, membangun dari daerah pinggir,” ujar Gubernur Pastika yang mengaku karena ada acara lain, sehingga tidak hadir pada upacara mepekelem dimaksud.
 
Ribuan warga krama Desa Adat Pakraman Kubutambahan mengikuti upacara itu. Upacara diakhiri dengan menenggelamkan seekor kambing warna hitam di tengah laut dilakukan oleh Wagub Sudikerta. (DN ~ TiR).— 

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4995542569470043558

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item