Tunggu Restu Gubernur, Rochineng Belum Ambil Sikap Nyalon Bali 2

Buleleng, Dewata News.com —  Selain tahapan proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali belum di  lounching,  karena dimulai bulan Januari ...


Buleleng, Dewata News.com — Selain tahapan proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali belum di lounching, karena dimulai bulan Januari 2018, sehingga I Ketut Richineng alias Rocky mengaku, sampai saat ini belum menentukan sikap terkait dirinya diperbincangkan untuk maju sebagai calon Wakil Gubernur atau Bali-2 mendampingi Ketut Sudikerta yang Wakil Gubernur Bali dan telah mengantongi rekomendasi DPP Partai Golkar.
 
”Memang nama saya santer disebut-sebut untuk nyalon Bali-2 mendampingi SGB (Sudikerta Gubernur Bali), namun saya belum menentukan sikap dan tetap netral karena masih mengedepankan profesi sebagai PNS yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bakal pensiun tahun 2019. Maju tidaknya saya nyalon jika dikehendaki Partai Golkar mendampingi SGB, tentu menunggu restu pak Gubernur,” kata Ketut Rochineng ketika dikonfirmasi disela-sela kegiatan Simakrama Gubernur Bali di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Sabtu (29/07).
 
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali asal Patemon, Seririt, Buleleng ini menegaskan, kisaran bulan Oktober – Desember 2017 nanti, baru mengambil sikap, kaitan nyalon atau tidak. Sebaliknya, jika ada semacam penugasan dari gubernur karena sebagai bagian dari sebuah pengabdian, Rochineng menyatakan kesiapannya mendampingi SGB. ”Tapi sampai saat ini, belum ada penugasan kepada saya untuk ke Bali-2,” imbuhnya.
 
Sebagai PNS yang masih aktif hingga akhir tahun 2018, lanjut Rochineng, harus tunduk dan patuh terhadap poeraturan perundang-undangan yang mengatus ASN ini, karena tidak boleh mengikuti politik praktis. Jika mengikuti garis partai, sebagai PNS jelas melanggar perundang-undangan yang berlaku karena indisipliner.
 
”Kalau saya saat ini nyalon, harus berhenti sebagai PNS, tapi kalau pak gubernur menugaskan, dan diminta olehPartai Golkar mendampingi SGB setelah ada ijin gubernur, saya siap,” jelasnya.
 
Sementara itu di tempat terpisah, Wakil Gubernur yang juga Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Ketut Sudikerta mengatakan, sebagai pemegang rekomendasi DPP Partai Golkar maju menjadi calon Gubernur Bali belum menentukan pendamping sebagai calon wakil gubernur.
 

Kenapa? Sudikerta yang memasyarakatkan dirinya sebagai SGB (Sudikerta Gubernur Bali) masih menunggu hasil survey sejumlah kader maupun non-kader Partai Golkar. ”Siapapun nanti yang lolos survey yang sedang dilakukan timk survey, sudah tentu menjadi pendamping mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur ke KPU Provinsi Bali.
 
Menurut Sudikerta, pendamping sebagai calon wakil gubernur dari Partai Golkar sudah ada, tapi saat ini sedang dalam proses survey kredibilitas yang bersangkutan. ”Yang jelas pendamping saya nanti mempunyai hasil survey tinggi, orangnya bersih,dan mau bekerja untuk masyarakat dan langsung turun ditengah-tengah masyarakat, seperrti yang dilakukan pak gubernur sekarang ini.Siapa dia, pertengahan bulan Agustus 2017 nanti hasil survey dibuka, sehingga mohon bersabar dulu,” kata Sudikerta.
 
Ketika didesak, hasil sementara survey yang tengah dilakukan, Sudikerta tidak menyebut bakal calon yang akan mendampingi dalam melanjutkan Bali Mandara Jilid III. ”Apakah dari kader atau non-kader, termasuk birokrasi, mari kita tunggu hasil survey,” imbuhnya. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4292440755152690698

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item