Wayang Wong, Tejakula Jadi Topik Gelar Dialog Budaya Komunitas di Bali

Buleleng, Dewata News. Com — Wayang Wong Tejakula dibuat dua seniman besar,yakni I Gusti Ngurah Jelantik dan I Dewa Batan pada abad ke-...


Buleleng, Dewata News. Com —Wayang Wong Tejakula dibuat dua seniman besar,yakni I Gusti Ngurah Jelantik dan I Dewa Batan pada abad ke-17 merupakan kesenian sacral yang ditetapkan jadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari United Nations Educational,Scientific,and Cultural Organization (UNESSCO).
 
 ”Kendatipun telah ditunjuk sebagai Warisan Budaya Dunia,yang sarat dengan kekayaan budaya, Wayang Wong menyimpan problem, penonton mulai terkikis,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Putu Tastra Wijaya ketika menyampaikan materi makalah dalam kegiatan ”Dialog budaya dengan komunitas di Bali” pada hari Selasa (13/06) di Puri Seni Sasana Budaya Singaraja.
 
Kegiatan Dialog Budaya dengan Komunitas di Bali yang digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali (Bali,NTB,NTT), dengan tema ”Melalui dialog budaya denhan komunitas kita lertastikan warisan budaya Wayang Wong”
 
Seperti diungkapkan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali (Bali,NTB,NTT), I Made Dharma Suteja,S.S., M.Si bahwa Wayang Wong ini sudah menjadi Warisan Budayua Dania sangat unik dan memiliki ciri khas tersendiri, sehingga harus dilestarikan kepada generasi muda, terutama para pelajar dan mahasiswa karena mereka inilah menjadi perawat kebudayaan. ”Kabupaten Buleleng ini memiliki seni budaya yang sangat adiluhung, yakni Wayang Wong,” imbuhnya.
 
Sebaghai Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali (NTB,NTB,NTT), Made Dharma Suteja sudah mengagendakan kegiatan seperti ini untuk Buleleng tahun depan dimungkinkan seni Megoak-Goakan untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Narional. Sementara tahun 2017 ini dirancang melakukan penelitian untuk Songket Beratan.
 

Pada dialog budaya dengan komunitas di Bali, siang itu, selain Kadis Kebudayaan Kabupaten Buleleng Putu Tastra Wijaya sebagai nara sumber, juga Ketua Yayasan Tejakukus,Tejakula, Gede Komang yang Kadis Sosial Kabupaten Buleleng serta Ketua Sekaa Wayan Wong Tejakula, Putu Tirta Ngis, dengan moderator I Ketut Suweca yang Kadis Kominfo Sandi Buleleng.
 
Dari para narasumber menymak, bahwa Wayang Wong di Tejakula merupakan tradisi budaya cukup tua, lengkap dengan ucapanm tarian dan mekekawin yang diperkirakan sudah ada sejak pertengahan abad ke-16.”Wayang Wong merupakan perpaduan tarian tradisional Gambuh dan tarian tradisional Parwa,” ungkap Tastra Wijaya.
 
Kaitan dengan penonton mulai terkikis, dijelaskan Tastra Wijaya, karena memang tak banyak masyarakat Buleleng yang mengetahui, dan berminat menontonnya. Wayang Wong terancam kehilangan popularitas, sehingga Putu Tastra Wijaya sebagai Kadis Kebudayaan Kabupaten Buleleng sangat mengkhawatirkan, mengingat pada saatnya nanti eksistensi pemain-pun ikut terkena imbasnya. Padahal kesenian ini juga menyimpan sejarah yang sangat panjang.
 
Dari Dialog Budaya Wayang Wong Desa Tejakula menuju Ketahanan Budaya yang Dinamis untuk tetap lestari perlu digagas berbagai inovasi, khususnya untuk yang bisa pentas untuk public, sehingga akan lebih menarik masyarakat, khususnya generasi muda. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1418178148858777362

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemerintah Provinsi Bali

Pemerintah Provinsi Bali

Event Partner

Event Partner

Pesta Kesenian Bali XXXIX

YURA Shop

Populer

item