BEE II-2017 Jadi Ajang Unjuk Kreativitas dan Pemerataan Pendidikan

Buleleng, Dewata News. Com —  Ajang tahunan Buleleng Education Expo (BEE) II Tahun 2017 kembali digelar. Kegiatan acara pembukaan yang ...


Buleleng, Dewata News. Com — Ajang tahunan Buleleng Education Expo (BEE) II Tahun 2017 kembali digelar. Kegiatan acara pembukaan yang sudah memasuki tahun kedua ini resmi dibuka Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST di Gedung Kesenian Gde Manik bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila, Kamis (01/06) ni juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan tradisional dan modern.
 
Ditemui usai membuka BEE tahun 2017, Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan, BEE ini merupakan wahana untuk menunjukkan sesuatu yang inovatif dan kreatif yang dilakukan di sekolahnya. Melalui BEE ini juga diupayakan untuk pemerataan edukasi di seluruh jenjang di Kabupaten Buleleng.
 
”BEE ini sangat bagus. Ajang ini juga bisa dijadikan promosi sekolah-sekolah mengenai apa hal inovatif dan kreatif yang sudah dilakukan di sekolahnya,” ungkapnya.
 
Mengenai perbedaan BEE tahun 2017 dengan BEE tahun 2016, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan, yang terpenting adalah progress ataupun kemajuan dari suatu kegiatan. Bukan hanya BEE, kegiatan lainnya juga di Kabupaten Buleleng mengalami kemajuan setiap tahunnya.
 
Dirinya mencontohkan, Buleleng Festival yang saat ini, meraih delapan nominasi penghargaan di Jakarta. “Yang terpenting progress. Harus ada kemajuan setiap tahunnya dalam even-even yang diselenggarakan,” ujar Agus Suradnyana.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd menjelaskan, penekanan dalam BEE kali ini adalah ekplorasi dan informasi kepada masyarakat tentang eksistensi serta perkembangan dunia pendidikan di Buleleng.
 
Ajang ini juga sebagai ruang untuk para siswa di sekolah untuk berkompetisi secara sehat. Paling tidak, kalau siswa memasuki jenjang yang lebih tinggi, mereka sudah siap. “Dengan momen seperti BEE ini, tentu penontonnya lebih banyak. Tes mentalnya juga lebih besar ketimbang menyelenggarakan kompetisi-kompetisi yang dinikmati oleh peserta lomba saja,” jelasnya.
 
Ia menambahkan, penanaman nilai dan karakter juga menjadi penekanan dalam BEE tahun ini. Hal ini ditunjukkan dengan lomba-lomba yang tidak hanya akademik saja tapi juga non-akademik. Non-akademik disini adalah seni budaya dan nilai-nilai tradisi. Hal ini juga harus diingatkan dan dilestarikan.
 
“Tadi pak bupati melihat ada pemain gender remaja. Dua tahun lalu waktu saya di Disbudpar kita tidak bisa ngirim wakil di gender remaja. Mudah-mudahan dengan momen BEE tahun ini, bisa melestarikan seni budaya dan tradisi seperti gender ini,” pungkas Suyasa. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 2463728742188017190

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item