Banyuasri ”Duta” Buleleng Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Bali

Buleleng, Dewatanews.com — Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng mewakili Kabupaten Buleleng, dinilai oleh Tim Provinsi Bali dalam a...


Buleleng, Dewatanews.com — Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng mewakili Kabupaten Buleleng, dinilai oleh Tim Provinsi Bali dalam ajang lomba evaluasi perkembangan kelurahan se-Provinsi Bali, Rabu (31/05). Dipilihnya Kelurahan Banyuasri sebagai ”duta” Kabupaten Buleleng karena Kelurahan Banyuasri dianggap paling memenuhi kriteria perlombaan.

Kedatangan rombongan penilai dari provinsi yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Desa DPMD Provinsi Bali, Made Redi Yuliarmawan,SE.,M.Si disambut oleh Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG didampingi Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Ayu Wadhany Sutjidra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Buleleng Gede Sandiyasa dan Camat Buleleng Dewa Made Ardika.

Wabup Sutjidra mengatakan, dalam kegiatan evaluasi perkembangan Kelurahan yang sekarang dilaksanakan merupakan evaluasi kinerja kita, terutama mengenai manajemen pengelolaan kelurahan yang dapat mendorong dan menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan keswadayaan gotong-royong khususnya di Kelurahan Banyuasri.

Dengan semakin meningkat dan kompleknya permasalahan yang dihadapi khususnya di tingkat Kelurahan, menurut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana melalui sambutan tertulis dibacakan Wabup Sutjidra, dituntut lebih meningkatkan kemampuan dalam hal perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian yang dilandasi oleh disiplin dan rasa tanggung jawab serta semangat pengabdian yang tinggi dalam penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan, sehingga persoalan kemiskinan yang menjadi isu utama dalam pembangunan sosial ekonomi di Kabupaten Buleleng dapat dipecahkan.

“Harapan kami dari lomba ini, Kelurahan Banyuasri semakin meningkatkan pelayanan di bidang pemerintahan, di bidang pembangunan, dan bidang kemasyarakatan,” harapnya.

Sementara itu, pimpinan Tim penilai, Made Redi Yuliarmawan mengatakan, perlombaan yang diadakan setiap tahun ini merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi keberhasilan pembangunan dan sebagai tolak ukur capaian program pembangunan kelurahan.

”Partisipasi serta keswadayaan masyarakat dijadikan sebagai piranti dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga dapat mengakselerasi pembangunan Nasional dan “Nawacita” Presiden kita, dimana pada bagian ke 3 menyebutkan Membangun Indonesia dari pinggiran dengan mengembangkan potensi dan pemberdayaan masyarakat desa atau kelurahan,” kata Yuliarmawan. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 5633707566964504792

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item