Tari “Joged” SMK Negeri 5 Denpasar Tampil Mempesona di PB3AS

Denasar, Dewata News. Com -  Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS)     yang digelar di Lapangan Niti Mandala Denpasar, Minggu (07/0...


Denasar, Dewata News. Com - Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS)  yang digelar di Lapangan Niti Mandala Denpasar, Minggu (07/05) berlangsung meriah dengan penampilan “Tarian Joged” yang begitu mempesona dari para siswa siswi SMK Negeri 5 Denpasar. Kreasi tari joged dengan diiringi musik rerindikan mampu menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga diseputaran lapangan untuk ikut menari bersama para penari joged.   

Tidak hanya tarian joged masyarakat juga dihibur dengan beberapa penampilan menarik seperti orasi mengenai catur guru dalam berbagai bahasa yaitu bahasa Bali, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang yang ditampilkan oleh para siswa/i.

Disamping penampilan dari para siswa SMK N 5 Denpasar, PB3AS kali ini juga dimeriahkan dengan orasi pendidikan politik dari Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gusti Putu Artha. Dalam orasinya, Ia mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini masyarakat Indonesia diributkan dengan isu sara dan radikalisme baik dikalangan politisi, agamawan, kalangan pelajar maupun kalangan masyarakat biasa. Menurutnya, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari agama dan suku bangsa yang berbeda, namun disatukan dalam dasar Pancasila dan UUD 1945. 

Untuk itu dengan, isu radikalisme yang disebarkan oleh beberapa kelompok, maka masyarakat Indonesia harus mampu membentengi diri dari hal tersebut, agar tidak timbul perpecahan diantara bangsa sendiri. Khususnya untuk Bali yang merupakan destinasi pariwisata dunia yang memiliki kerentanan yang sangat signifikan dalam menerima pengaruh dari luar, maka Dinas Pendidikan Provinsi Bali maupun Kabupaten Kota  memiliki tugas yang cukup berat untuk dapat mencegah penanaman nilai-nilai radikalisme tersebut masuk ke Bali. 

“Pemerintah harus menguatkan kembali penanaman pendidikan Pancasila untuk anak-anak baik TK, SD dan seterusnya, karena saat ini banyak anak-anak yang tidak memahami nilai-nilai Pancasila”, ujarnya. Selain itu, ia juga berharap Pemerintah maupun pemuka agama yang ada di Bali agar mencegah adanya penyebaran nilai-nilai radikalisme melali kotbah-kotbah di tempat suci, baik di Pura, Mesjid, Gereja, Klenteng ataupun tempat lainnya. Sehingga, masuknya nilai radikalisme ke Bali dapat dicegah dan kehidupan bermasyarakat di Bali dapat terus terjalin dengan harmonis seperti filosofi yang dianut masyarakat Bali yaitu Tri Hita Karana.

Masih dalam isu radikalisme, Gede Sudiartha yang merupakaan salah satu pengurus dari Palang merah Indonesia Provinsi Bali menyampaikan kegelisahannya karena terdapat sekelompok orang yang mengangkap lambang palang merah merupakan simbol lambang keagamaan dan ingin mengubah lambang Palang Merah yang digunakan oleh Indonesia menjadi lambang Bulan Sabit. Ia menegaskan, bahwa lambang yang digunakan PMI selama ini berbeda dengan simbol agama tertentu. Sudiartha pun meminta agar para pihak tidak menganggap lambang itu sebagai lambang yang sama. 

Ia juga menjelaskan, bahwa lambang plus pada palang merah merupakan simbol penghormatan kepada Henry Dunant, tokoh kemanusiaan asal Swiss. Dunant mencetuskan misi kemanusiaan usai menyaksikan Perang Solferino pada 1859 silam. Ia mengatakan, lambang palang merah hanya dapat digunakan oleh petugas medis, relawan serta anggota militer non satuan tempur. Hal itu diatur dalam Konvensi Jenewa Tahun 1949. Untuk itu ia meminta agar masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali tidak terpengaruh atas isu-isu tersebut dan tetap berpatokan pada kesepakatan yang diatur dalam konferensi Jenewa.

PB3AS pada minggu ini, juga diisi dengan orasi dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ida Bagus Made Parwata, yang mengungkapkan bahwa untuk mempercepat proses perijinan maka Pemprov Bali sudah membuka layanan terpadu satu pintu dan masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan tersebut dengan baik dan tentu sesuai dengan standar operating prosedur (SOP) yang berlaku.  

Disamping itu, ia juga mengundang masyarakat untuk dapat memanfaatkan peluang investasi yang saat ini ada di Bali seperti Investasi dalam bidang pertanian baik dalam pengembangan maupun pengolahan produk pertanian. 

Hal ini maksudkan untuk menjadikan Bali sebagai Pulau Organik, selain itu peluang inveastasi lainnya adalah di bidang infrastruktur terlebih dalam pengolahan sampah plastik, serta peluang investasi bidang lainnya. Ia mengatakan bahwa dengan adanya  investasi yang masuk ke Bali diharapkan dapat memberikan peluang bagi sumber daya manusia yang ada di Bali untuk mendapatkan suatu pekerjaan dan angka pengangguran di Bali dapat semakin berkurang. 

Selanjutnya PB3AS juga diisi dengan orasi dari Nyoman Ledang Asmara yang menyampaikan keluhan terhadap kemacetan yang terjadi di sepanjang ruas jalan Denpasar serta masalah parkir yang tidak teratur. Untuk itu, Ia meminta agar pihak yang berwenang dapat menangai masalah tersebut. (DN - EkA

Berita Terkait

Breaking News 8299036108551283771

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

BALINESIA FACE 2017

BALINESIA FACE 2017

YURA Shop

Populer

item