Desa Anturan Jadi Sasaran Safari Kamtibmas 100 Hari Kapolsek Singaraja

Buleleng,  Dewatanews. Com  --   Peredaran narkoba dan perjudian, termasuk nglawu (minum tuak), bahkan arak bali (minuman keras) dan ke...


Buleleng, Dewatanews. Com -- Peredaran narkoba dan perjudian, termasuk nglawu (minum tuak), bahkan arak bali (minuman keras) dan kenakalan remaja sebagai hal menonjol di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng menjadi sasaran Safari Kamtibmas kegiatan 100 hari Kapolsek Kota Singaraja, pada hari Sabtu (13/05) malam.
 
Hal itu mengemuka dari pengakuan Kepala Desa Anturan Made Budi Arsana maupun Kelian Adat Desa Pakraman Anturan Putu Mangku maupun Ketua LPM setempat ketika memaparkan kondisi Desa Anturan, yang merupakan dampak dari sisi negatif sebagai salah desa penyangga kawasan wisata Lovina.
 
Safari kamtibmas Kapolsek Singaraja Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma didampingi Wakapolsek AKP Gusti Putu Suarnata bersama para Kanit di jajaran Polsek Singaraja di Desa Anturan malam itu, merupakan yang ke-empat setelah Desa Kalibukbuk, Tukadmungga maupun Kelurahan Banyuning.
 
Sementara dampak positif sebagai diungkapkan petinggi Desa Anturan, yakni kehidupan masyarakat nelayan yang berhasil mengembangkan wisata bahari dengan memanfaatkan potensi dolpin, sehingga menambah keuntungan bagi kesejahteraan keluarganya, selain mencari ikan.
 
”Tidak kalah pentingnya hasil home industri warga masyarakat, yakni toge Anturan yang rasanya tak ada duanya di desa lainnya.,” kata Kelian Desa Pakraman Putu Mangku.
 
Buleleng ”Texas”  Narkoba di Bali
Kapolsek Kota Singaraja Kompol AA.Wiranata Kusuma menyatakan prihatin kabupaten di belahan Utara pulau Dewata ini mendapat predikat, bahwa Buleleng ”texas” narkoba di Bali.
Untuk menyelamatkan anak bangsa, lanjut perwira yang memulai karier di Kepolisian sebagai anggota Brimob Polda Bali karena gagal masuk Akpol mengajak semua elemen masyarakat memerangi musuh bangsa ini,karena sudah ”membunuh” anak bangsa.
 
”Kami dari jajaran Kepolisian bersinergi dengan TNI menyatakan perang terhadap narkoba, namun dalam menekan peredarannya sangat diperlukan peran orang tua,” kata AA.Wiranata Kusuma.
 
Disisi lain,perwira dari keluarga besar Kepolisian yang putra Desa Tukadmungga (sebelah timur Desa Anturan) ini juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua agar membiasakan anak-anaknya sekolah diberikan bekal makanan, bukan uang. Karena ada beberapa makanan yang terindikasi narkoba kendati intensitasnya kecil, namun kalau dari usia anak-anak sedikit demi sedikit menyantap makanan di luar, pada akhirnya akan bisa ketagihan makanan sejenis yang dirasakan nikmat itu.
 
Dari kegiatan Safari Kamtibmas malam itu, para petinggi dan pengaman di Desa Anturan mendambakan adanya sosialisasi tentang narkoba, sehingga mereka mengetahui ciri-ciri orang sebagai pengguna narkoba.  ”Kami berharap adanya sosialisasi tentang narkoba dari pihak berwenang, baik dari Kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional Provinsi maupun Kabupaten kerpada seluruh warga masyarakat di Desa Anturan,” himbau peserta kegiatan Safari Kamtibmas. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 2715685314231978287

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Pesta Kesenian Bali XXXIX

YURA Shop

Populer

item