Zaman Globalisasi, Gubernur Ajak Masyarakat Bali Tingkatkan Sradha dan Bhakti

Denpasar, Dewata News. Com -  Di zaman globalisasi, zaman dengan perubahan sangat cepat dan tiba tiba, umat patut memiliki pijakan yang...


Denpasar, Dewata News. Com - Di zaman globalisasi, zaman dengan perubahan sangat cepat dan tiba tiba, umat patut memiliki pijakan yang kuat dalam keyakinan spiritualnya. Sradha dan bhakti akan melandasi umat untuk menjalani hidup, mengatasi berbagai tantangan, cobaan dan permasalahan kemasyarakat dan pembangunan. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada acara Dharma Shanti Nyepi tingkat Provinsi Bali Tahun 2017 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Sabtu (29/4). 

Gubernur Pastika mengatakan momentum hari raya Nyepi merupakan saat yang tepat untuk melakukan perenungan terhadap perjalanan hidup kita. Dengan keheningan dan dalam kesendirian, umat mempertinggi kualitas spiritual dan kesadaran hidupnya, imbuhnya. "Masyarakat tidak boleh terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan, serta memecah belah kerukunan yang telah terbina," katanya.
Ia berharap dengan penghormatan dan pengamalan catur brata penyepian dapat memantapkan mulat sarira, meningkatkan sradha bhakti, untuk menyeimbangkan dharma agama dan dharma negara, dalam mensukseskan pembangunan daerah.

Senada dengan itu, dalam dharma wacananya, Ketua PHDI Provinsi Bali IGN Sudiana mengatakan Hari Raya Nyepi di Bali memberi faedah yang luar biasa yang seharusnya membawa pembaharuan umat dari yang negatif menjadi positif. Namun apakah pembaharuan itu terjadi, hanya masing-masing umat yang bisa menjawabnya. Ia juga bersyukur Nyepi tahun ini relatif lebih lancar dan tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Sementara itu Ida Pedanda Gede Putra Kekeran dalam dharma wacananya mengingatkan umat untuk selalu berjalan di jalan dharma. Menurutnya banyak godaan dalam hidup yang bisa membuat manusia keluar dari lingkaran swadharmanya. Oleh karena itu ia mengajak umat untuk melawan godaan seperti kemalasan dan kesenangan panca indria. 

Ketua Panitia Kepala Biro Kesra Provinsi Bali AA Gede Geriya dalam laporannya mengatakan melalui dharma santhi ini diharapkan para umat sedharma dapat berkumpul dalam upaya membangun hubungan yang harmonis antar umat dalam menghadapi tantangan di masa depan dan mengingatkan pentingnya hubungan antar sesama manusia sebagai bagian dari kearifan lokal Tri Hita Karana.

Tampak hadir Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry,  Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cok Pemayun, Ketua MUDP Jero Gede Putu Suwena Upadesa dan anggota Forkopimda se-Bali.

Berita Terkait

Breaking News 8184678273150347236

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item